“Ada orang lain yang sengaja memprovokasi mereka (KKB-red). Ada kepentingan politik tertentu yang memengaruhi kelompok Egianus untuk masuk melakukan penyerangan dan melakukan gangguan di Keneyam,” ungkap Namia Gwijangge saat dikonfirmasi Cenderawasih Pos melalui telepon selulernya, Rabu (8/6).
Heli ini bernasib naas karena mendarat darurat di pepohonan. Pesawat yang disewa Pemkab Mimika ini dijadikan sebagai Puskesmas keliling udara. Belum diketahui berapa yang menjadi korban dari insiden ini namun dipastikan ada seorang balita berusia 3 tahun hilang karena terlempar.
Donwori menyebutkan istrinya sebut saja Sephia, sudah satu bulan istrinya dibawa kabur pria idaman lain (PIL) istrinya, Donjuan (bukan nama sebenarnya). Kasus ini sebenarnya sudah dilaporkan ke Polres Boven Digoel, namun belum membuahkan hasil.
Motor yang dikendarai bertabrakan dengan mobil yang membuat keduanya langsung tergeletak berlumuran darah. Sang suami, Anthonius dilaporkan meninggal di lokasi kejadian sedangkan sang istri meninggal saat dalam perjalanan menuju rumah sakit.
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan, Timika George L.M. Randang, SIP, MAP melalui Ksb. Ops Syahril SE langsung memberangkatkan Tim SAR gabungan dengan peralatan pendeteksi bawah air Aquaeye dan peralatan selam menuju ke lokasi kejadian untuk melakukan pencarian korban.
Kepala Damkar Kota Jayapura, Veronica S. Kirana mengaku mengalami beberapa kendala sehingga api sulit untuk padam. "Kami sudah melakukan upaya pemadaman, namun ada kendala yang kami hadapi,”ungkapnya.
Motor yang dikendarai korban bersenggolan dengan truk kontainer kemudian terpelanting ke aspal dan sempat terseret kemudian meninggal. Pemuda yang berstatus mahasiswa Fakultas Kedokteran Uncen ini tewas di TKP saat akan melambung kendaraan lain.
Tidak ada korban jiwa dalam musibah ini, karena seluruh awak kapal berhasil diselamatkan KM Surya Wijaya. Kapolres Merauke AKBP Ir. Untung Sangaji,M.Hum melalui Kasat Polairud Polres Merauke AKP Okto Samosir, SH, saat dikonfirmasi membenarkan, Senin (30/5).
Selain aksi-aksi demonstrasi penolakan yang dilakukan sebelumnya, pertanggal 22 Mei dini hari hingga tanggal 23 Mei, terjadi aksi pembakaran yang menyebabkan ratusan warga di Kabupaten Dogiyai, Minggu (22/5). Hal ini mengakibatkan warga menggungsi di Mako TNI-Polri akibat rumah dan kios yang mereka tempati dibakar oleh sekelompok orang.
Pelaku yang awalnya ingin menghipnotis korban malah mendapat perlawanan dari korban. Korban yang keburu sadar langsung menarik baju pelaku sambil berteriak sehingga menarik perhatian warga.