"Lukas Enembe Gubernur Papua adalah pelindung rakyat, pemimpin besar, dan suara hati nurani Penduduk Orang Asli Papua (POAP) dan LE Gub Papua selalu ada di hati rakyat kecil, Lukas Enembe Gubernur Papua adalah wajah Tuhan dan suara Tuhan yang nyata di Tanah Papua," Katanya.
Dalam tangkapan layar, pria yang pernah menjabat sebagai Pangdam XVII/Cenderawasih tahun 2014 silam itu terlihat menggunakan kemeja putih dengan aksesoris jam tangan. Sesekali ia meminta Majelis Hakim untuk mengulang kembali pertanyaan yang disodorkan kepadanya.
Saat itu rombongan dipimpin Wakil Ketua DPRD Kota, Jhon Betaubun. Mereka menanyakan soal mengapa hingga kini persoalan antrian masih terjadi dan kedua terkait CSR yang diminta lebih memprioritaskan wilayah Jayapura karena kantor Pertamina berada di Jayapura.
"Kami pada dasarnya tidak mengakui saudara Lukas Enembe sebagai kepala suku besar bangsa Papua," kata Ketua Pemuda Adat, Wilayah Nabire, Kabiay, kepada sejumlah wartawan di Sentani Kamis 13/10 kemarin.
Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi Papua Jeri Yudianto di Jayapura menyebut peran media sangat penting dalam menyampaikan informasi kepada seluruh masyarakat.
Program Manager YSEALI di Indonesia, Putra Aditya mengatakan terdapat beberapa program-program Kedubes Amerika yang diperkenalkan ke pelajar dan pemuda Papua antara lain KL-YES, SUSI Student Leaders, SEAYLP, TechGirls.
Masyarakat dianggap patut berterimakasih atas kedatangan para dokter ini. Hanya saja yang perlu diingat adalah para bahwa dokter - dokter dari Singapura ini dipastikan akan membuat laporan rekam medik kesehatan Lukas Enembe secara profesional dan tanpa manipulasi.
Letda Gatot Sugeng Heryanto dalam kesaksiannya menyampaikan, pada tanggal 8 Desember 2014 tidak melihat anggota Koramil Paniai melakukan penusukan atau mengarahkan senjata ke arah massa. “Kejadian di kantor Koramil sesudah apel,” kata Gatot bersaksi.
Nanti akan ada Tim Kajian yang akan bekerja sehingga memberikan alasan-alasan dan pertimbangan–pertimbangan kepada Kepala Staf Angkatan Darat yang nanti dilanjutkan kepada Bapak Panglima,’’ tandas Pangdam Muh Saleh Mustafa kepada wartawan di Merauke Selasa (11/10) malam.
Sekedar diketahui, Tim dokter Gubernur Papua Lukas Enembe terdiri dari dokter spesialis jantung, dokter internis dan satu orang perawat. Mereka adalah Cheng Ho Patrick Ang kebangsaan Singapura, Mardiana Binte Ayob kebangsaan Singapore dan Snooky Tabiliran Lagas kebangsaan Filipina