Penanaman perdana ini dihadiri Kapolsek Okaba Ipda Sewang, Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Kabupaten Merauke Josefa Rumaseuw, Danramil Okaba Kapten Inf. Munda Alim Loukaki, Kepala Kampung Alaku Agustinus Balagaize, jajaran Di
Gubernur Papua Selatan Apolo Safanpo mengatakan, rencana persiapan kehadiran Presiden Prabowo Subianto dalam rangka panen raya di Kabupaten Merauke.
Awalnya, menurut Apolo, direncanakan panen raya Presiden Prabowo Subianto di lahan padi sel
Curah hujan yang cukup tinggi di Merauke dalam beberapa bulan belakangan telah mempengaruhi hasil panen panen padi di Merauke. Sebagian padi petani gagal karena diserang penyakit. Kepala Dinas Pertanian, Pangan, Kelautan dan Perikanan Prov
Paino belum bisa memastikan penyakit atau jenis hama apa yang sedang menyerang padi tersebut. Namun daun dari tanaman padi tersebut berwarna kuning dan kemerah-merahan yang berpotensi bisa gagal panen jika tidak ditangan
Aryoko Rumaropen menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kota Jayapura, dinas teknis, serta para petani penerima manfaat program tersebut. Ia menegaskan bahwa program cetak sawah sejalan dengan kebijakan Presiden Republ
Wali Kota Jayapura, Abisai Rollo, menjelaskan bahwa lahan yang telah disiapkan dalam program tersebut seluas 100 hektare. Dari total luas sawah tersebut, sekitar 25 hektare telah ditanami padi, sementara sisanya akan dil
Kampung Ifia-fia Distrik Arso Barat seluas 60 hektar, Kampung Jaifuri Distrik Skanto 80 hektar, Kampung Wulukubun Distrik Skanto 20 hektar, kampung Intaimelyan Distrik Skanto 20 hektar, kampung Arsopura Distrik Skanto 20
“Untuk Kabupaten Jayapura, lokasinya berada di wilayah Swentab. Sementara di Kabupaten Sarmi berada di perbatasan Sarmi dan Jayapura, tepatnya Distrik Bonggo. Sedangkan di Kabupaten Keerom dilakukan di wilayah Arso,” jel
Dalam kegiatan tanam perdana padi sawah yang berlangsung di Kampung Tetom Jaya SP 3, Distrik Bonggo, Bupati menyampaikan rasa syukur atas terlaksananya program tersebut. Ia menjelaskan bahwa Kabupaten Sarmi mendapatkan a
Menurutnya, setiap komoditas pertanian yang ditanami di wilayah ini tidak perlu memerlukan pupuk kimia, namun akan tumbuh secara alami dengan subur, oleh karena itu yang perlu dimanfaatkan bagi para petani saat ini sebab
Dalam sambutannya, Bupati Sarmi menyampaikan bahwa pemerintah terus berupaya mencari solusi agar rakyat dapat hidup sejahtera. Salah satunya melalui program pertanian yang langsung menyentuh kebutuhan dasar masyarakat, s
‘’Untuk pembukaan lahan di Wanam kemarin, tergenang karena musim hujan besar sehingga di demplot 4 hektar atau dilakukan percontohan, dan itu sudah dipanen antara 2-3 minggu lalu,’’ kata mantan Kepala Dinas Kependuduka
Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan Kabupaten Sarmi, Maria, menjelaskan bahwa pihaknya fokus pada pengembangan komoditas pangan strategis seperti padi, jagung, dan hortikultura.
Aksi ini bukan sekadar seremonial, melainkan bagian dari gebrakan program agronomi pertanian untuk mewujudkan kemandirian pangan dan memperkokoh sektor pertanian di dua kampung tersebut.
‘’Saya mau jelaskan pertama bahwa yang bapak ibu kerjakan disini dengan menanam padi itu adalah salah satu contoh untuk memenuhi hak asasi manusia. Jadi tanpa sadar bapak ibu sekalian, tanpa sadar bapoak ibu menjalankan hak asasi manusia. Karena apa? Karena pangan adalah hak asasi manusia,’’ tandas Wamen HAM Mugiyanto.
Panen raya ini dilakukan di lahan 43 dari 978 hektar cetak sawah baru di Kampung Kaliki di tahun 2024. Komandan Satgas Ketahanan Pangan TNI Angkatan Darat Mayjen TNI Ahmad Rizal menyebut, padi yang ditanam dan dipanen di lahan yang baru dibuka ini adalah jenis Inpari 32 dan Dodore.
“Saat ini khusus untuk padi sudah berjalan, kita sudah berkolaborasi dengan dinas pertanian provinsi maupun Kabupaten Jayawijaya untuk melakukan pendataan baik lahan padi yang masih eksisting maupun LTT juga terus kita kembangkan” ungkapnya
Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kota Jayapra, Jean Rollo menjelaskan, salah satu upaya untuk ketahanan pangan di Kota Jayapura, komoditas padi dan jagung menjadi fokus prioritas di tahun 2025 selain beberapa sektor lainnya.
Dandim Johny Nofriady mengatakan, pentingnya dilakukan pengecekan terhadap beras hasil panen yang bertujuan untuk mengetahui kualitasnya serta menjadikan motivasi untuk terus meningkatkan hasil panen dan kulitas beras sesuai dengan standar dari Bulog.
Sesuai amanat Presiden RI Joko Widodo dalam upaya pengembangan lumbung pangan nasional dibentuk program Food Estate sebagai program kerja nasional. Lantamal XI yang berlokasi di Papua Selatan mengembangkan program tersebut dengan menggunakan lahan di Yonmarhanlan XI sebagai cadangan logistik strategis bagi pertahanan negara.
Pada Kegiatan yang dilaksanakan turut dihadiri oleh BSIP Papua Ibu Siti Raodah Garudah, Sp, Babinsa Pertanian Koptu Purwanto, Ketua Kelompok Tani Karya Makmur Suratno, PPL Distrik Skanto ibu Salomina Koibur, serta Para petani Sawah Kampung Intaimelyan
Fokus kedatangan Prabowo ke Merauke, ungkap Romanus adalah untuk melihat potensi yang ada di Merauke-Papua Selatan. Lokus kunjungan itu berada di Salor I Kampung Telaga Sari, Distrik Kurik. ‘’Sekalian panen dan penanaman padi,’’ katanya.
PJ Bupati Jayawijaya Dr. Sumule Tumbo menyatakan bahwa pemerintah meminta untuk lahan yang tidur ini segera diaktifkan kembali seperti 12 hektar sawah yang telah berproduksi serta saat ini dilakukan panen sehingga lahan produksi ini bisa lebih luas lagi.
Komandan Kodim 1707/Merauke Letkol Inf Bayu Kriswandito, melalui Danramil 1707-04/Kimaam Kapten Inf Nurmadi mengatakan kegiatan membantu memanen padi yang dilakukan oleh Babinsa Serka Suryani kepada Bapak Oktovius Rambe merupakan upaya membantu meringankan beban petani dalam mengambil hasil panen.
Kepala Dinas Tanaman Pangan, Holtikultura dan Perkebunan Kabupaten Merauke Josefa Rumaseuw, ditemui media ini mengungkapkan, klaim pembayaran asuransi ini akan dilakukan bagi petani yang sudah terdaftar dan membayar asuransi tersebut sebelumnya. Besarnya asuransi setiap hektar sebesar Rp 360.000.
PJ Bupati Jayawijaya Dr. Sumule Tumbo, SE, MM mengakui jika pihaknya sudah meminta kepada dinas pertanian dan kepala Distrik untuk menginventarisir kelompok tani yang ada di Jayawijaya, dimana sudah ada 100 lebih yang terdaftar, dari jumlah tersebut sekitar 60 kelompok tani mendapat bantuan pembinaan sebesar Rp 195 juta untuk setiap kelompok dari APBN.
Danramil 1707-04/Kimaam Kapten inf Nurmadi mengatakan pendampingan sekaligus membantu petani menanam bibit padi yang dilakukan oleh Serda Abdul Azis kepada keluarga Bapak Martinus itu bertujuan untuk mempercepat proses tanam dan sebagai wujud nyata keseriusan TNI AD dalam membantu meningkatkan hasil panen bagi para petani.
Mentan Andi Amran Sulaiman menjelaskan bahwa Merauke memiliki potensi pertanian yang sangat besar dan menjadi surga untuk pertanian di Indonesia. Pengembangan lahan seluas 500.000 hektar ini, lanjut dia, merupakan cita-cita dan impian yang tertunda 6 tahun lalu. Saat kunjungan Presiden Joko Widodo pada periode I, telah ditargetkan pembukaan lahan seluas 1,2 juta hektar.
Rencana sebelumnya, panen padi akan dilakukan di salah satu lahan warga bersama dengan masyarakat Kampung Ngguti Bop, Distrik Tanah Miring, Kabupaten Merauke. Panen padi di Kampung Kuper dilakukan bersama dengan Bupati Merauke Romanus Mbaraka, Pj Sekda Provinsi Papua Selatan Maddaremmeng, Pangdam XVII/Cenderawasih Mayjen TNI Izak Pangemanan, Wakapolda Papua Brigjen Pol. Patrige Renwarin, dan sejumlah pejabat lainnya.
Selain karena padi yang rebah tersebut belum masak atau menguning juga sebagian besar terendam air sehingga cepat membusuk jika tidak segera dipanen. Meski belum waktunya panen, sebagian petani di Merauke berusaha menyelamatkan padinya yang sudah rebah tersebut dengan memanen lebih awal secara manual.
Agustinus Yoga menjelaskan bahwa luas tanam di sentra-sentra pertanian pada musim tanam rendengan tahun ini sebanyak 25.000 hektar. Jika dikalikan dengan 30 persen yang rebah tersebut maka diperkirakan sekitar 7.000 hektar lahan padi yang rusak akibat rebah. ‘’Rata-rata yang rebah itu adalah padi yang bulirnya berisi padat,’’ katanya.
Kepaa Dinas Pertanian dan Pangan Provinsi Papua, Frans Siriwa menyebut luas panen padi di Papua hingga kini tercatat 2.181 hektar. Menurutnya, jumlah produksi gabah kering giling sebanyak 10.251 ton. Jika dikonversi produksi gabah tersebut menjadi beras sekitar 65 persen, atau 6.663 ton.
"Saat ini sudah memasuki musim tanam pertama sehingga kami segera menanam pada lahan yang telah disiapkan namun kami lebih dulu melihat kebutuhan jika itu terkait dengan program nasional terkait penurunan stunting maka kami menanam padi Inpari IR Zinc," katanya.
Kapolres Waropen AKBP. Iip Syarif Hidayat, S.H., mengatakan bahwa penanaman bibit padi ladang sistem tanam benih langsung dan panen tanaman hasil kebun presisi ini merupakan hasil inovasi dari Kapolsek Masirei Ipda. Jimmy H. J. Lufkey, S.I.P., M.H.
‘’Yang gagal panen akibat kekeringan sekitar 6.047 hektar,’’ kata Kepala Dinas Tanaman Pangan, Holtikultura dan Perkebunan Kabupaten Merauke Josefa Rumaseuw, S.HUT, ditemui media ini di Lapangan Monumen Kapsul Waktu Merauke, Jumat (13/10).
Pemerintah Kota Jayapura melalui Dinas Pertanian akan bekerja sama dengan para petani di Kelurahan Koya Barat dan Koya Timur, Distrik Muara Tami untuk perencanaan penanaman 8 hektar padi nutrisi.
Dandim 1702/JWY Letkol Cpn Athenius Murip.S.H.,M.H., Pimpin kegiatan panen bersama budidaya padi progam unggulan Kodim 1702/JWY, bertempat di Kampung Helalua Jl.Monimo, Distrik Assolokobal, Kabupaten Jayawijaya, Provinsi Papua Pegunungan. Rabu (05/04)