MERAUKE- Curah hujan yang cukup tinggi di Merauke dalam beberapa bulan belakangan telah mempengaruhi hasil panen panen padi di Merauke. Sebagian padi petani gagal karena diserang penyakit. Kepala Dinas Pertanian, Pangan, Kelautan dan Perikanan Provinsi Papua Selatan Paino, membenarkan adanya penurunan hasil produksi panen petani akibat curah hujan yang tinggi tersebut.
‘’Untuk tanam periode pertama itu, luas tanam sekitar 14.000 hektar dengan hasil panen rata-rata 1,9 ton perhektar,’’ kata Paino, Kamis (23/4).
Soal adanya informasi gagal panen, Paino mengaku dengan informasi tersebut pihaknya turun ke lapangan melakukan pengecekan dan memang ada beberapa titik kena serangan hama seperti wereng tungro dan hama lainnya.
‘’Tapi tidak gagal total. Dengan produksi 1,5-1,9 ton setiap hektarnya, maka dengan luas tanam 14.000 hektar tersebut mudah-mudahan bisa mengantisipasi kemungkinan musim panas yang berkepanjangan,’’ katanya.
Kendati produksi menurun, lanjut Paino, namun dengan luasan tanam yang bertambah tersebut diharapkan hasil panen padi di Merauke dapat memenuhi kebutuhan masyarakat kedepan. Karena menurutnya, antara musim tanam pertama dan kedua yang sedang berlangsung diperkirakan luasan tanam telah mencapai antara 20.000-30.000 hektar.
MERAUKE- Curah hujan yang cukup tinggi di Merauke dalam beberapa bulan belakangan telah mempengaruhi hasil panen panen padi di Merauke. Sebagian padi petani gagal karena diserang penyakit. Kepala Dinas Pertanian, Pangan, Kelautan dan Perikanan Provinsi Papua Selatan Paino, membenarkan adanya penurunan hasil produksi panen petani akibat curah hujan yang tinggi tersebut.
‘’Untuk tanam periode pertama itu, luas tanam sekitar 14.000 hektar dengan hasil panen rata-rata 1,9 ton perhektar,’’ kata Paino, Kamis (23/4).
Soal adanya informasi gagal panen, Paino mengaku dengan informasi tersebut pihaknya turun ke lapangan melakukan pengecekan dan memang ada beberapa titik kena serangan hama seperti wereng tungro dan hama lainnya.
‘’Tapi tidak gagal total. Dengan produksi 1,5-1,9 ton setiap hektarnya, maka dengan luas tanam 14.000 hektar tersebut mudah-mudahan bisa mengantisipasi kemungkinan musim panas yang berkepanjangan,’’ katanya.
Kendati produksi menurun, lanjut Paino, namun dengan luasan tanam yang bertambah tersebut diharapkan hasil panen padi di Merauke dapat memenuhi kebutuhan masyarakat kedepan. Karena menurutnya, antara musim tanam pertama dan kedua yang sedang berlangsung diperkirakan luasan tanam telah mencapai antara 20.000-30.000 hektar.