Wednesday, April 17, 2024
25.7 C
Jayapura

Luas Panen Padi di Papua Tercatat 2.181 Hektar

JAYAPURA– Kepaa Dinas Pertanian dan Pangan Provinsi Papua, Frans Siriwa  menyebut luas panen padi di Papua hingga kini tercatat 2.181 hektar. Menurutnya, jumlah produksi gabah kering giling sebanyak 10.251 ton. Jika dikonversi produksi gabah tersebut menjadi beras sekitar 65 persen, atau 6.663 ton.

   “Untuk potensi produksi padi di Papua masih bisa ditingkatkan. Contohnya Kabupaten Jayapura, bahkan bisa mencapai sekitar 3800 hektar dengan adanya potensi irigasi,” kata Siriwa kepada wartawan, Jumat (23/2).

   Lanjut Siriwa, sedangkan produksi padi di Kota Jayapura terkendala alih fungsi lahan yang tinggi. Dimana alih fungsi lahan dari lahan pertanian menjadi non-pertanian hampir 10 persen setiap tahunnya.

Baca Juga :  NPCI PPS Siap Ikut Peparnas 2024

   “Terkait alih fungsi lahan ini pentingnya penyusunan peraturan daerah (Perda) tentang penggunaan lahan. Hal ini agar terjadi pembagian yang jelas antara lahan pertanian dan non-pertanian,” ujarnya.

    Siriwa berpendapat, pemerintah perlu memberikan insentif kepada petani. Seperti penyediaan sarana produksi, benih yang berkualitas, peralatan pertanian modern.  “Dengan begitu petani termotivasi untuk menanam padi dan menghasilkan secara optimal, tujuannya untuk meningkatkan produksi padi dan mencegah alih fungsi lahan yang berdampak negatif pada produksi pangan lokal,” tandasnya. (fia/tri)

Dapatkan update berita pilihan setiap hari dari Cenderawasihpos.jawapos.com 

BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS  https://www.myedisi.com/cenderawasihpos

JAYAPURA– Kepaa Dinas Pertanian dan Pangan Provinsi Papua, Frans Siriwa  menyebut luas panen padi di Papua hingga kini tercatat 2.181 hektar. Menurutnya, jumlah produksi gabah kering giling sebanyak 10.251 ton. Jika dikonversi produksi gabah tersebut menjadi beras sekitar 65 persen, atau 6.663 ton.

   “Untuk potensi produksi padi di Papua masih bisa ditingkatkan. Contohnya Kabupaten Jayapura, bahkan bisa mencapai sekitar 3800 hektar dengan adanya potensi irigasi,” kata Siriwa kepada wartawan, Jumat (23/2).

   Lanjut Siriwa, sedangkan produksi padi di Kota Jayapura terkendala alih fungsi lahan yang tinggi. Dimana alih fungsi lahan dari lahan pertanian menjadi non-pertanian hampir 10 persen setiap tahunnya.

Baca Juga :  Bahas DOB, Presiden Terima MRP dan MRPB di Istana Bogor

   “Terkait alih fungsi lahan ini pentingnya penyusunan peraturan daerah (Perda) tentang penggunaan lahan. Hal ini agar terjadi pembagian yang jelas antara lahan pertanian dan non-pertanian,” ujarnya.

    Siriwa berpendapat, pemerintah perlu memberikan insentif kepada petani. Seperti penyediaan sarana produksi, benih yang berkualitas, peralatan pertanian modern.  “Dengan begitu petani termotivasi untuk menanam padi dan menghasilkan secara optimal, tujuannya untuk meningkatkan produksi padi dan mencegah alih fungsi lahan yang berdampak negatif pada produksi pangan lokal,” tandasnya. (fia/tri)

Dapatkan update berita pilihan setiap hari dari Cenderawasihpos.jawapos.com 

BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS  https://www.myedisi.com/cenderawasihpos

Berita Terbaru

Artikel Lainnya