Stakius Basik-Basik Naslik kepada wartawan mengungkapkan, ada 5 nama yang mereka laporkan ke polisi karena diduga melakukan penyerobotan tanah adat yang bukan miliknya, kemudian melakukan penjualan.
Kapolres meminta masyarakat bersabar untuk mengungkap para pelaku jambret yang meresahkan warga tersebut. ‘’Kita berharap masyarakat bersabar untuk kita ungkap pelaku jambret ini,’’ tandasnya.
Soal pelaku yang diduga mengalami gangguan jiwa, Kapolres Untung Sangaji mengaku bahwa jika ganguan jiwa tidak mungkin bisa mengemudikan mobil. ‘’Sudah banyak kecelakaan di jalan. Saat itu, hanya karena gugup saja, sehingga pura-pura kayak orang gila di jalan. Kita polisi jangan dibodohi dengan kejahatan seperti itu. Maaf ya,’’ tandasnya.
Sekertaris Jenderal Keuskupan Agung Merauke, Pastor Jon Kandam, Pr, mewakili Uskup Agung Merauke , mengungkapkan, Sekolah Tinggi Katolik Santo Yakobus Merauke merupakan dapur untuk mencetak katekis dan guru agama Katolik di Papua Selatan.
Ketua DPC Granat Kabupaten Merauke, Alimuddin, SH, M.Kn, disela-sela donor darah tersebut mengungkapkan, donor darah yang dilakukan oleh pengurus dan anggota DPC Granat Merauke sebagai bentuk kepedulian terhadap PMI Kabupaten Merauke sekaligus aksi kemanusiaan bagi masyarakat yang membutuhkan darah.
‘’Kita lakukan secara manual karena sistem online kita sedang benahi aplikasi, kesiapan orang tua dan calon peserta didik,’’ kata Soleman Jambormias. Dijelaskan, animo masyarakat untuk menyekolahkan anaknya di SMAN I Merauke cukup tinggi.
Kapolres Merauke AKBP. Ir. Untung Sangaji, M.Hum, melalui Kasat Lantas AKP Dian Novita Pitersz, SIK, saat dikonfirmasi membenarkan laka tunggal mobil Toyota Avanza, warna putih, plat merah dengan nomor Polisi PA 5136 GD yang dikemudikan Mathias Manggaimu.
Akibat jambret ini, wajah korban mengalami luka akibat terjatuh ke aspal jalan saat berusaha mempertahankan barang miliknya . Saat datang melaporkan kasus yang dialaminya di SPKT Polres Merauke, korban mengungkapkan bahwa peristiwa itu terjadi saat dirinya pulang membeli bakso menggunakan sepeda motor.
Policharpus Ulukyanan menjelaskan, kondisi geografis di wilayah hukum Polres Asmat yang tidak memungkinkan karena hanya terdiri dari jembatan kayu, sehingga kebanyakan anggota Polres Asmat menitipkannya di Merauke.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Merauke, dr. Nevile R. Muskita, saat dihubungi media ini mengungkapkan, pemalangan Pustu Boepe yang baru selesai dibangun tahun 2021 lalu sudah diselesaikan. ‘’Kami baru selesaikan hari ini,’’ kata Nevile R. Muskita.