Tabungan Warga Papua Ternyata Capai Rp23,4 Triliun

Sinyal Daya Beli di Papua Masih Kuat

JAYAPURA-Perputaran uang di Provinsi Papua hingga awal tahun 2026 masih menunjukkan tren positif. Hal ini tercermin dari meningkatnya total tabungan masyarakat serta terjaganya inflasi yang mengindikasikan daya beli tetap terjaga.

Kepala Biro Perekonomian dan Administrasi Pembangunan Setda Provinsi Papua, Andry mengatakan nilai tabungan masyarakat Papua hingga Februari 2026 mencapai Rp23,4 triliun. Angka tersebut meningkat dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp22,3 triliun.

“Total tabungan masyarakat ini menjadi salah satu indikator bagaimana kondisi perekonomian di daerah. Dengan nilai yang meningkat, berarti perputaran uang di Papua masih cukup besar,” ucapnya kepada Cenderawasih Pos, Minggu (19/4).

Baca Juga :  Batas Penyaluran Dana Desa 21 Juni

Data tersebut merujuk pada laporan Bank Indonesia yang mencatat tren pertumbuhan simpanan masyarakat di wilayah Papua.
Menurut Andry, meskipun tabungan meningkat, masyarakat saat ini cenderung lebih berhati-hati dalam membelanjakan uang dan mulai mengedepankan efisiensi, terutama untuk kebutuhan pokok.

Di sisi lain, lanjutnya, inflasi Papua juga tetap terjaga sesuai target Pemerintah. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), inflasi month to month pada Maret 2026 tercatat sebesar 0,7 persen, naik dari Februari yang berada di angka 0,06 persen namun masih berada dengan rentang 1,5 persen hingga 3,5 persen.

“Kenaikan inflasi ini menunjukkan bahwa permintaan terhadap barang dan jasa oleh masyarakat masih tinggi. Artinya, daya beli masyarakat relatif masih kuat,” jelasnya.
Lanjutnya, kelompok pengeluaran makanan dan minuman menjadi penyumbang terbesar inflasi pada Maret 2026, yang mencerminkan masih tingginya permintaan masyarakat pada sektor kebutuhan dasar.

Baca Juga :  Angkutan ODOL Jadi  Target  Operasi BPTD 

Sinyal Daya Beli di Papua Masih Kuat

JAYAPURA-Perputaran uang di Provinsi Papua hingga awal tahun 2026 masih menunjukkan tren positif. Hal ini tercermin dari meningkatnya total tabungan masyarakat serta terjaganya inflasi yang mengindikasikan daya beli tetap terjaga.

Kepala Biro Perekonomian dan Administrasi Pembangunan Setda Provinsi Papua, Andry mengatakan nilai tabungan masyarakat Papua hingga Februari 2026 mencapai Rp23,4 triliun. Angka tersebut meningkat dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp22,3 triliun.

“Total tabungan masyarakat ini menjadi salah satu indikator bagaimana kondisi perekonomian di daerah. Dengan nilai yang meningkat, berarti perputaran uang di Papua masih cukup besar,” ucapnya kepada Cenderawasih Pos, Minggu (19/4).

Baca Juga :  Hari ini Operasi Patuh Sudah Diberlakukan

Data tersebut merujuk pada laporan Bank Indonesia yang mencatat tren pertumbuhan simpanan masyarakat di wilayah Papua.
Menurut Andry, meskipun tabungan meningkat, masyarakat saat ini cenderung lebih berhati-hati dalam membelanjakan uang dan mulai mengedepankan efisiensi, terutama untuk kebutuhan pokok.

Di sisi lain, lanjutnya, inflasi Papua juga tetap terjaga sesuai target Pemerintah. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), inflasi month to month pada Maret 2026 tercatat sebesar 0,7 persen, naik dari Februari yang berada di angka 0,06 persen namun masih berada dengan rentang 1,5 persen hingga 3,5 persen.

“Kenaikan inflasi ini menunjukkan bahwa permintaan terhadap barang dan jasa oleh masyarakat masih tinggi. Artinya, daya beli masyarakat relatif masih kuat,” jelasnya.
Lanjutnya, kelompok pengeluaran makanan dan minuman menjadi penyumbang terbesar inflasi pada Maret 2026, yang mencerminkan masih tingginya permintaan masyarakat pada sektor kebutuhan dasar.

Baca Juga :  90 Persen Kecelakaan Diawali Miras

Berita Terbaru

Artikel Lainnya