Kepala Kantor Bulog Timika, Riyadi Muslim yang ditemui Selasa (26/9/2023) mengatakan stok beras yang ada di gudang sekarang ada 1.900 ton dan yang dalam proses bongkar muat di pelabuhan sebanyak 1.500 ton. Bahkan akan dilakukan penambahan lagi sekitar 3 ribu ton.
’’Kalau mereka inward looking policy dengan melakukan pembatasan ekspor untuk mengamankan suplai bagi negaranya, otomatis harga beras atau pangan dalam negeri melonjak,’’ jelas dia.Â
Kantor Cabang Pembantu (KCP) Bulog Nabire menyebutkan stok beras Bulog di Kabupaten Nabire, Provinsi Papua Tengah kini mencapai 5.100 ton yang terbagi menjadi 2.250 ton di gudang, 1.250 ton di pelabuhan dan 1.600 ton siap dikirim dari Surabaya
Pimpinan Wilayah Bulog Papua dan Papua Barat, Raden Guna Dharma mengatakan, stok Minyak Kita, sampai dengan saat ini tersedia sebanyak 143.894 kg atau sebanyak 153.000 liter. Stok tersebut bisa bertahan sampai Januari 2024 mendatang.
"Selain stok beras untuk 8 bulan ke depan, kami juga fokus menyediakan beras untuk bantuan pangan yang Senin (11/9) kemarin, kami sudah menyalurkan beras bantuan pangan tahap 2," katanya kepada Cenderawasih Pos, Senin (11/9) kemarin.
"Ini memang sengaja kami siapkan karena, saya tidak mau sampai terjadi kekosongan beras ASN, sehingga stok beras memang kami siapkan banyak, " Katanya kepada Cenderawasih Pos, Selasa (29/8) kemarin.
Pimpinan Wilayah Bulog Papua dan Papua Barat, Raden Guna Dharma menjelaskan, sesuai dengan 3 pilar utama Perum Bulog yakni ketersediaan, keterjangkauan dan stabilisasi harga beras menjadi perhatian utama juga bagi Perum Bulog Papua dan Papua Barat.
Oktovina Josina Kambu, selaku Kabid Ekonomi Bapeda Kota Jayapura dan juga anggota TIPD Kota Jayapura mengatakan, sejauh ini pemerintah Kota Jayapura berhasil menjaga inflasi di Kota Jayapura. Sampai di Juli 2023 inflasi YOY Kota Jayapura berada di 2,17 persen.
Kepala Kanwil Perum Bulog Divre Papua dan Papua Barat, Raden Guna Dharma menjelaskan, untuk stok minyak goreng merek Minyak Kita sudah masuk dan sudah didistribusikan baik ke pengecer maupun ke pasar tradisional.
Pimpinan Wilayah Perum Bulog Papua dan Papua Barat, guna Dharma menjelaskan bahwa kesiapan Perum Bulog Kanwil Papua & Papua Barat melakukan pengadaan gabah/beras dalam Negeri dan Menjaga Kestabilan Stok Beras untuk menghadap Fenomena El Nino.
"Kami menyalurkan beras Vortifit ini guna pencegahan stunting dan penyaluran dilakukan di Biak sebanyak 728 kg, sesuai dengan permintaan dari pemerintah setempat, "ujarnya kepada Cenderawasih Pos, Selasa (11/7) kemarin.
Wakil Pimpinan Kanwil Bulog Papua dan Papua Barat Dedy Apriliady menjelaskan, bahwa pendistribusian beras ASN ke daerah Intan Jaya, sudah didistribusikan melalui PT. Pos pada Januari - Februari, sementara yang belum terealisasi yakni bulan Maret - Juni.
Kepala Perum Bulog Kanwil Papua dan Papua Barat Raden Guna Dharma mengatakan, pihaknya setiap hari selalu memasok beras ke pedagang di Pasar Sentral Hamadi dan Pasar Youtefa.
"Yang mana perlu kita lakukan antisipasi adalah pasca Ramadan dan Idul Fitri, biasanya pada momen seperti ini harga tidak terkendali,"Katanya kepada Cenderawasih Pos, belum lama ini.
Kepala Perum Bulog Merauke, Firman Mando kepada wartawan di ruang kerjanya, Rabu (1/2) mengungkapkan, stok beras yang ada di 4 gudang Bulog Merauke saat ini yakni di Gudang Transito, Gudang Yasa Mulya Tanah Miring, Gudang Candra Jaya di Kurik dan Gudang Persatuan Tanah Merah Kabupaten Boven Digoel dengan total 2.000 ton.
"Kalau dilihat dari target memang masih sangat kecil, karena belum mencapai 1.000 ton. Kemarin saya sempat jalan-jalan ke lapangan, tapi ternyata hasil panen rendengan sudah habis,"katanya.Â
  Kepala Perum Bulog Merauke, Abdul Azis sata ditemui media ini di ruang kerjanya, mengungkapkan, sampai saat ini minyak goreng untuk penerima KPM BLT tersebut belum didatangkan ke Merauke karena pihaknya masih menghitung berapa biaya pengiriman yang dibutuhkan dari Jawa Tengah.
‘’Pembelian beras petani melalui mitra kerja kita tidak naik. Masih tetap yakni sebesar Rp 8.300/Kg di pintu gudang Bulog,’’ kata Asisten Manager Bisnis Perum Bulog Merauke, Jan Frederikson Damanik, ditemui media ini, Rabu (25/1).
Jika Tahun 2021 lalu, Perum Bulog Merauke menargetkan pengadaan beras sebanyak 30.000 ton, namun Tahun 2022 ini mengalami penurunan menjadi 24.800 ton. ‘’Untuk 2022, target pengadaan kita sebanyak 24.800 ton,’’ kata Asisten Manager Suplay Chian dan Pelayanan Publik sekaligus menjabat sebagai Plh Kabulog Merauke Adam, ketika ditemui Senin (17/1).
Target pengadaan Bulog Merauke tahun 2021 ini sepertinya jauh dari target. Pasalnya, pada tahun 2021 ini Bulog Merauke telah menargetkan pengadaan atau serapan beras dari petani sebanyak 30.000 ton.