Perusahaan Umum (Perum) Bulog Kantor Wilayah Papua dan Papua Barat telah menyerap beras dari petani di Merauke, Papua Selatan, hingga April 2026 mencapai 1.678 ton atau sekitar 6 persen dari target tahunan sebesar 27.000 ton. Kepala Perum B
Perum Bulog Kantor Cabang (KC) Timika mulai mematangkan persiapan penyaluran bantuan pangan berupa beras dan minyak goreng untuk periode Februari-Maret 2026. Sebanyak 27.209 Penerima Bantuan Pangan (PBP) di 18 distrik se-Kabupaten Mimika d
Perusahaan Umum (Perum) Bulog Kantor Wilayah Papua dan Papua Barat terus memastikan stok pangan nasional tetap aman dan tidak terganggu distribusi di daerah, meski saat ini kondisi geopolitik global sedang mengalami gejo
Dedy menjelaskan bahwa Kabupaten Mimika merupakan daerah defisit beras karena belum mampu memproduksi kebutuhan pokok tersebut secara mandiri.Alhasil, ketahanan pangan Mimika sangat bergantung pada pasokan dari luar pula
Plt Sekda Kakabupaten Jayawijaya Drs. Tinggal Wusono. M.AP menyatakan Gerakan Pangan Murah (GPM) ini selain membantu warga yang merayakan Idul Fitri, sekaligus melakukan menjadi upaya pemerintah daerah dalam menekan infl
Pimpinan Wilayah Perum Bulog Papua dan Papua Barat Ahmad Mustari, mengatakan stok tersebut disiapkan guna menjaga stabilitas pasokan sekaligus membantu menekan potensi kenaikan harga minyak goreng di pasaran khususnya me
Dijelaskan Dedy bahwa untuk periode Maret 2026, Bulog telah mulai menyalurkan jatah rutin bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) golongan anggaran serta personel TNI dan Polri. Selain itu, program Stabilisasi Pasokan dan Harga
Ia menegaskan, pemantauan dilakukan agar tidak terjadi kekosongan stok menjelang hari raya yang dapat memicu gejolak harga di pasaran. Dirinya berharap distribusi bahan pokok berjalan lancar dan mampu menjawab kebutuhan
Pemimpin Perum Bulog Kanwil Papua dan Papua Barat, Ahmad Mustari mengatakan stok beras yang dikelola Bulog saat ini mencukupi dan siap disalurkan sesuai kebutuhan masyarakat.
 Kasubdit I Ditreskrimsus Polda Papua AKBP I Komang Yuwandi Sastra mengatakan, berdasarkan data Perum Bulog, ketersediaan beras di Papua mencukupi kebutuhan masyarakat untuk dua bulan ke depan.