Informasi yang dihimpun koran ini menyebut Kontak tembak terjadi pada Sabtu (25/11) sekira pukul 12.00 WIT. Prajurit TNI diserang oleh KKB Kodap III Ndugama ketika melakukan penyisiran di Distrik Paro, Kabupaten Nduga mulai pukul 07.00 WIT
Menanggapi hal itu, Pj Bupati Puncak, Darwin Tobing mengatakan, kejadian tersebut berawal dari aksi pembakaran satu ruang kelas (SMPN-red). Lalu dilanjutkan dengan pembakaran satu honai.
Dikatakan, dari laporan yang diterima terungkap Jumat (10 /11) sekitar pukul 07.37 WIT, Dansatgas Yonif Raider 300/Bjw Letkol Inf Afri Swandi Ritonga mendapatkan informasi dari masyarakat setempat bila disalah satu honai yang ada di wilayah Tanah Merah terdapat sekelompok orang yang tidak dikenal dengan gelagat yang mencurigakan akan melakukan gangguan keamanan.
Namun dari statemen terakhir Kepala Staf Kepresidenan, Moeldoko dimana pendekatan dan komunikasi dari para tokoh adat di Nduga terus dilakukan untuk membantu membebaskan sang pilot bisa saja membuahkan hasil.
"Perkembangannya, kita makin memperkuat komunikasi dengan para tokoh adat di sana," kata Moeldoko dalam konferensi pers di Gedung Kantor Staf Kepresidenan (KSP) Jakarta, Kamis.
Lima daerah yang dilaporkan Izak kepada Agus melalui sambungan telepon video conference (vicon), yaitu Yahukimo (Provinsi Papua Pegunungan), Pegunungan Bintang (Papua Pegunungan), Nduga (Papua Pegunungan), Intan Jaya (Papua Tengah), dan Puncak (Papua Tengah).
"Ya benar, kami telah berhasil lakukan operasi gabungan di Yahukimo sejak tgl 30 Oktober 2023 dan hingga hari ini (4/11). Kami telah berhasil menduduki 2 markas KKB pimpinan Elkius Kobak di Kali Ei dan di Kali Brasa," jelas Faizal.
Iapun menyinggung terkait beberapa waktu lalu di Kabupaten Yahukimo terjadi pembantaian warga pendulang emas oleh KKB. Korban yang telah ditemukan meninggal dunia sebanyak 13 orang sedangkan korban yang berhasil selamat mencapai 95 orang.
“Kalau untuk ke sana nanti lihat,” singkatnya sambil tersenyum dengan ekspresi yang masih terlihat trauma. Apa yang dirasa Adrianus tentu sangat manusiawi sebab tak ada pekerjaan seharga nyawa. Meski ia dan rekan – rekannya melakukan tugas kemanusiaan namun jaminan keamanan harus melekat. Bukan pulang justru tinggal nama.
Korban awalnya diduga bagian dari anggota Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) karena berkeliaran sambil menenteng pistol. Setelah dilakukan pengejaran terjadilah tembakan yang membuat pria 26 tahun tersebut tewas.