Friday, June 14, 2024
23.7 C
Jayapura

Pilot Susi Air Akan Dibebaskan TPNPB

JAYAPURA – Sebuah pernyataan yang cukup mengejutkan terkait kondisi pilot Susi Air, Philips Mark Mehrtens disampaikan Jubir Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat (TPNPB), Sebby Sembom. Ia menyampaikan bahwa sang pilot akan dibebaskan.

Hanya saja untuk waktunya masih menunggu keputusan dari pimpinan TPNPB Ndugama, Egianus Kogoya. Sebby menyampaikan sang pilot akan dibebaskan dan diserahkan kepada lembaga independen internasional dan bukan kepada pemerintah Indonesia.

Itu tak lain untuk mengangkat kepercayaan dunia internasional terhadap apa yang dilakukan selama ini.  “Masyarakat internasional mengakui kami. Kami bakar pesawat tapi tangkap pilot menganggap pilot sebagai teman atau sahabat dan negara kepulauan pasifik Melanesia juga dunia akui kami,” kata Sebby kepada Cenderawasih Pos, Rabu (31/1).

Ia menyampaikan bahwa dunia kini cukup segan karena TPNPB berhasil membunuh kopassus yang terlatih. Lalu terkait pilot menyatakan bahwa pilot akan baik – baik saja sebab jika satu orang pilot tidak bisa tukar dengan harga mati Papua merdeka.

Baca Juga :  Halaman Kantor Gubernur Jadi Tempat Salat Ied Tahun ini

“Tapi jika terjadi apa – apa maka kepercayaan dunia akan turun 60 persen. Jika kami bebaskan pilot ke lembaga independen internasional maka kami akan semakin diakui. Kita perlu cari solusi agar pilot ini bisa dibebaskan,” bebernya.

“Jadi pilot tidak bisa kami serahkan ke Indonesia  melainkan ke lembaga independen internasional. Kalau kami mau bunuh itu kami rugi. Dunia internasional bisa memblok semua visa – visa internasional kami,” sambungnya lagi.

  Soal pembebasan pilot ini dikatakan pihaknya dengan seluruh komponen telah berdiskusi pada 13 – 18 Mei 2023 terkait untung rugi menyandera. Tinggal hasil pertemuan itu diteruskan ke Egianus sebagai komandan yang sedang bersama pilot. “Kami akan kirim pesan ini kepada Egianus untuk menjadi perhatian sebab pemerintah Selandia Baru bersedia berbicara dengan kami. Mereka bersedia mendengarkan laporan kami dan kami disuruh membuat proposal pembebasan tapi itu belum kami buat,” katanya.

Baca Juga :  Dua Warga yang Tertembak di Nduga Benar-Benar Masyarakat Sipil

Disini TPNPB juga akan menjadikan pilot sebagai bahan kampanye perjuangan mereka. “Pilot akan bercerita ke dunia terkait perlakuan TPNPB seperti apa lalu ia juga saksi soal serangan TNI Polri selama ini seperti apa. Ia akan jadi kunci untuk bercerita kepada dunia jadi ia akan kami bebaskan tapi bukan kepada Indonesia,” tutupnya. (ade).

Dapatkan update berita pilihan setiap hari dari Cenderawasihpos.jawapos.com 

BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS  https://www.myedisi.com/cenderawasihpos

JAYAPURA – Sebuah pernyataan yang cukup mengejutkan terkait kondisi pilot Susi Air, Philips Mark Mehrtens disampaikan Jubir Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat (TPNPB), Sebby Sembom. Ia menyampaikan bahwa sang pilot akan dibebaskan.

Hanya saja untuk waktunya masih menunggu keputusan dari pimpinan TPNPB Ndugama, Egianus Kogoya. Sebby menyampaikan sang pilot akan dibebaskan dan diserahkan kepada lembaga independen internasional dan bukan kepada pemerintah Indonesia.

Itu tak lain untuk mengangkat kepercayaan dunia internasional terhadap apa yang dilakukan selama ini.  “Masyarakat internasional mengakui kami. Kami bakar pesawat tapi tangkap pilot menganggap pilot sebagai teman atau sahabat dan negara kepulauan pasifik Melanesia juga dunia akui kami,” kata Sebby kepada Cenderawasih Pos, Rabu (31/1).

Ia menyampaikan bahwa dunia kini cukup segan karena TPNPB berhasil membunuh kopassus yang terlatih. Lalu terkait pilot menyatakan bahwa pilot akan baik – baik saja sebab jika satu orang pilot tidak bisa tukar dengan harga mati Papua merdeka.

Baca Juga :  PRP Target Turunkan 2.000 Massa

“Tapi jika terjadi apa – apa maka kepercayaan dunia akan turun 60 persen. Jika kami bebaskan pilot ke lembaga independen internasional maka kami akan semakin diakui. Kita perlu cari solusi agar pilot ini bisa dibebaskan,” bebernya.

“Jadi pilot tidak bisa kami serahkan ke Indonesia  melainkan ke lembaga independen internasional. Kalau kami mau bunuh itu kami rugi. Dunia internasional bisa memblok semua visa – visa internasional kami,” sambungnya lagi.

  Soal pembebasan pilot ini dikatakan pihaknya dengan seluruh komponen telah berdiskusi pada 13 – 18 Mei 2023 terkait untung rugi menyandera. Tinggal hasil pertemuan itu diteruskan ke Egianus sebagai komandan yang sedang bersama pilot. “Kami akan kirim pesan ini kepada Egianus untuk menjadi perhatian sebab pemerintah Selandia Baru bersedia berbicara dengan kami. Mereka bersedia mendengarkan laporan kami dan kami disuruh membuat proposal pembebasan tapi itu belum kami buat,” katanya.

Baca Juga :  Rumasukun Langsung Gelar Pertemuan dengan Forkopimda

Disini TPNPB juga akan menjadikan pilot sebagai bahan kampanye perjuangan mereka. “Pilot akan bercerita ke dunia terkait perlakuan TPNPB seperti apa lalu ia juga saksi soal serangan TNI Polri selama ini seperti apa. Ia akan jadi kunci untuk bercerita kepada dunia jadi ia akan kami bebaskan tapi bukan kepada Indonesia,” tutupnya. (ade).

Dapatkan update berita pilihan setiap hari dari Cenderawasihpos.jawapos.com 

BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS  https://www.myedisi.com/cenderawasihpos

Berita Terbaru

Artikel Lainnya