PAD Parkir Pemkot Masih Bocor, Target Triwulan I Belum Tercapai

JAYAPURA — Realisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sektor parkir di Kota Jayapura hingga akhir April 2026 belum mampu memenuhi target triwulan pertama. Dari target tahunan sebesar Rp4 miliar, pemerintah menargetkan capaian Rp1 miliar pada triwulan I. Namun hingga 21 April, realisasi baru mencapai Rp986 juta. Kepala Dinas Perhubungan Kota Jayapura, Justin Sitorus, mengakui capaian tersebut masih berada di bawah target yang seharusnya telah dipenuhi pada akhir Maret.

Justin Sitorus (FOTO:Robert Mboik/Cepos)

“Seharusnya pada akhir triwulan pertama kita sudah mencapai Rp1 miliar. Namun sampai 21 April ini realisasi PAD parkir baru Rp986 juta,” ungkap Justin kepada Cenderawasih Pos, Rabu (22/4).

Menurutnya, belum optimalnya penerimaan PAD sektor parkir disebabkan oleh sejumlah kendala di lapangan. Salah satu faktor utama adalah masih maraknya praktik parkir liar yang memicu kebocoran pendapatan daerah.

Baca Juga :  Tidak Capai Target PAD, Tahun 2025 Akan Digenjot

“Parkir liar masih menjadi kendala utama. Banyak terjadi pungutan tanpa karcis resmi. Kami sudah rutin melakukan inspeksi mendadak (sidak) dan pendampingan kepada juru parkir, tetapi praktik tersebut masih terus berulang,” jelasnya.

JAYAPURA — Realisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sektor parkir di Kota Jayapura hingga akhir April 2026 belum mampu memenuhi target triwulan pertama. Dari target tahunan sebesar Rp4 miliar, pemerintah menargetkan capaian Rp1 miliar pada triwulan I. Namun hingga 21 April, realisasi baru mencapai Rp986 juta. Kepala Dinas Perhubungan Kota Jayapura, Justin Sitorus, mengakui capaian tersebut masih berada di bawah target yang seharusnya telah dipenuhi pada akhir Maret.

Justin Sitorus (FOTO:Robert Mboik/Cepos)

“Seharusnya pada akhir triwulan pertama kita sudah mencapai Rp1 miliar. Namun sampai 21 April ini realisasi PAD parkir baru Rp986 juta,” ungkap Justin kepada Cenderawasih Pos, Rabu (22/4).

Menurutnya, belum optimalnya penerimaan PAD sektor parkir disebabkan oleh sejumlah kendala di lapangan. Salah satu faktor utama adalah masih maraknya praktik parkir liar yang memicu kebocoran pendapatan daerah.

Baca Juga :  Sidak Ketiga di Pasar Otonom, Tertibkan Pedagang dari Arso 

“Parkir liar masih menjadi kendala utama. Banyak terjadi pungutan tanpa karcis resmi. Kami sudah rutin melakukan inspeksi mendadak (sidak) dan pendampingan kepada juru parkir, tetapi praktik tersebut masih terus berulang,” jelasnya.

Berita Terbaru

Artikel Lainnya