JAYAPURA – Danau Sentani merupakan telaga terluas di Tanah Papua, yang wilayahnya mencakup Kota dan Kabupaten Jayapura, Papua. Danau ini diketahui menjadi sumber air baku bagi masa depan warga Papua, khususnya di kedua wilayah tersebut. Penggunaan air dari danau seluas 104 kilometer persegi atau sekitar 10.400 hektare yang berada di 75 mdpl (meter di atas permukaan laut) itu menjadi alternatif utama setelah sumber air yang ada di Gunung Cycloop mulai berkurang akibat perambahan hutan yang terus terjadi.
Pemerintah pusat melalui Balai Wilayah Sungai (BWS) Papua telah membangun fasilitas pengolahan air bersih yang berlokasi di tepi danau Sentani, tepatnya di batas kota, Waena, Distrik Heram. Fasilitas ini diketahui telah diserahkan kepada Balai Cipta Karya yang kemudian nantinya dapat digunakan oleh PT Air Minum Jayapura (PT.AMJ) untuk mengelolanya lebih lanjut. Fasilitas tersebut dibangun oleh BWS Papua pada tahun 2021. Namun sayang, sampai saat ini tidak bisa dimanfaatkan meskipun telah menghabiskan dana pembangunan mencapai miliaran rupiah.
Dari pantauan Cenderawasih Pos di lokasi, kondisi fasilitas pengelolaan air minum yang telah di bangun BWS tersebut terlihat bagus dan tertata rapi. Suasana sekitar bangunan bernuansa kuning dan sedikit biru itu sepi seperti tak ada aktivitas. Bagian depan pintu masuk terkunci rapat dengan pagar besi dan dikelilingi tembok pengaman dengan ketinggian kurang lebih 3-4 meter.
JAYAPURA – Danau Sentani merupakan telaga terluas di Tanah Papua, yang wilayahnya mencakup Kota dan Kabupaten Jayapura, Papua. Danau ini diketahui menjadi sumber air baku bagi masa depan warga Papua, khususnya di kedua wilayah tersebut. Penggunaan air dari danau seluas 104 kilometer persegi atau sekitar 10.400 hektare yang berada di 75 mdpl (meter di atas permukaan laut) itu menjadi alternatif utama setelah sumber air yang ada di Gunung Cycloop mulai berkurang akibat perambahan hutan yang terus terjadi.
Pemerintah pusat melalui Balai Wilayah Sungai (BWS) Papua telah membangun fasilitas pengolahan air bersih yang berlokasi di tepi danau Sentani, tepatnya di batas kota, Waena, Distrik Heram. Fasilitas ini diketahui telah diserahkan kepada Balai Cipta Karya yang kemudian nantinya dapat digunakan oleh PT Air Minum Jayapura (PT.AMJ) untuk mengelolanya lebih lanjut. Fasilitas tersebut dibangun oleh BWS Papua pada tahun 2021. Namun sayang, sampai saat ini tidak bisa dimanfaatkan meskipun telah menghabiskan dana pembangunan mencapai miliaran rupiah.
Dari pantauan Cenderawasih Pos di lokasi, kondisi fasilitas pengelolaan air minum yang telah di bangun BWS tersebut terlihat bagus dan tertata rapi. Suasana sekitar bangunan bernuansa kuning dan sedikit biru itu sepi seperti tak ada aktivitas. Bagian depan pintu masuk terkunci rapat dengan pagar besi dan dikelilingi tembok pengaman dengan ketinggian kurang lebih 3-4 meter.