Bila banjir di tempat lain, bisa langsung surut seiring dengan berhentinya curah hujan dari langit, berbeda yang terjadi di kawasan ini. Akibat saluran pembuangan air yang tidak sebanding dengan debit air yang masuk, ditambah daerah resapan
Curah hujan yang tinggi akhir-akhir ini membuat beberapa wilayah di Kabupaten Keerom sempat tergenang. Khususnya di ruas jalur jalan Arso 1 - Arso 7, Distrik Arso Barat. Kepala BWS Papua, Dave Muchaimin mengatakan bahwa
Pemerintah pusat melalui Balai Wilayah Sungai (BWS) Papua telah membangun fasilitas pengolahan air bersih yang berlokasi di tepi danau Sentani, tepatnya di batas kota, Waena, Distrik Heram. Fasilitas ini diketahui telah
Berdasarkan hasil rapat koordinasi teknis yang melibatkan Balai Wilayah Sungai (BWS) Papua pada Selasa (21/4) malam, penanganan akan dibagi menjadi dua tahap utama, yakni pemulihan fungsional jangka pendek dan pembanguna
Disatu sisi berdasarkan kajian ahli, musim kering tahun 2026 diproyeksikan datang lebih awal dan bersifat lebih gersang jika dibandingkan dengan kondisi normal. Karena itu BMKG mengingatkan Masyarakat untuk bijak dalam m
Asisten II Sekda Kabupaten Jayapura Bidang Perekonomian dan Pembangunan, Abdul Rahman Basri, menjelaskan bahwa rapat tersebut dihadiri oleh sejumlah pihak teknis terkait, di antaranya Basarnas, Balai Wilayah Sungai (BWS)
Kepala Balai Wilayaah Sungai (BWS) Papua Merauke Nonce Saman menjelaskan bahwa sambil melakukan pendekatan dan sosialisasi kepaada masyarakat pihaknya sedang mengusulkan kepada Direktorat Bendungan melalui Dirjen Sumber
Penandatanganan ini menjadi tahapan kunci dalam proses pengadaan tanah untuk pembangunan Kolam Retensi seluas 150 hektar, sebuah proyek strategis pengendali banjir di Kabupaten Keerom.
Kegiatan ini dihadiri oleh seluruh satuan kerja (Satker) BWS Papua, baik yang berada di wilayah Papua Induk, Papua Tengah, maupun Papua Selatan. Penandatanganan pakta integritas ini merupakan tindak lanjut dari Instruksi
Ia memaparkan, pembangunan akan dimulai dari kawasan Jembatan Merah hingga ujung Pantai Cybery di Distrik Muara Tami. Secara teknis, tembok penahan ombak akan dibangun menggunakan konsep reflector seawall, yakni tembok
Anggota Komisi IV, Albert Meraudje, menegaskan pentingnya raker ini dalam rangka mengetahui arah dan fokus program kerja BWS ke depan. Ia menyoroti pentingnya pengelolaan sumber daya alam yang berdampak langsung terhad
Menindaklanjuti aspirasi masyarakat, Abisai Rollo langsung berkoordinasi dengan BWS Papua Kepala Satuan Kerja Pelaksana Jaringan sumber Air yang diwakili, Aristom Samosir meninjau langsung di pesisir kampung Skouw Sa
Seiring dengan perkembangan pembangunan di sekitar tempat wisata itu, kini pantai Ciberi justru terancam hilang dari permukaan. Di balik banyaknya informasi miring terkait dengan pantai itu, kabarnya wisata Pantai Cibe
Dari pantauan Cenderawasih Pos bersama Balai Wilayah Sungai (BWS) Papua di lokasi pada, Rabu (16/4) siang, panjang tanggung yang mengalami rusak tersebut sekira 75 meter dengan tinggi 4 meter. Sementara itu kondisi ja
‘’Kita tidak hanya bicara tapi harus ada tindakan nyata seperti yang kita lakukan sekarang. Kita harus memberikan contoh kepada masyarakat dengan harapan mereka juga tergerak bertanggung jawab ikut membersihkan lingkunga
Nonce Sanam menjelaskan, dari existing 30.000 hektar tersebut selama ini hanya mengandalkan air hujan dan air rawa. Sehingga untuk rencana tanam sampai 3 kali cukup sulit karena masalah ketersediaan air.
‘’Saya memang sudah sampai di Salor bahkwan sampai di DAS (Daerah Aliran Sungai) Kumbe dan sudah melihat kondisi banjir dan suplaysit bermula dari rawa yang dulu dikerjakan oleh PT Medco untuk irigasi 200 hektar itu. Lalu pengaturan air tidak diatur dengan baik sehingga terjadi luapan air. Suplaysit itu sedikit mengalami sendimentasi dan mudah-mudahan sendimentasi dapat dikerjakan secara bersama-sama,’’ kata Nonce Sanam.
Ini juga bukan hal baru yang disuarakan dimana kala itu Forum Peduli Poert Numbay Green (FPPNG) melakukan analisa dan melihat bahwa dampak dari pembangunan jembatan pelan namun pasti akan memberi dampak pada wilayah sekitar. Perputaran arus air yang dulunya lurus masuk ke dalam teluk tertahan oleh tiga bantalan tiang kaki jembatan yang akhirnya merubah arah.
Muhaimin mengatakan melihat kondisi itu pihaknya memasukan pantai tersebut kedalam Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (Dipa) untuk tahun 2025. Yang artinya Pantai Ciberi telah masuk dalam program kerja prioritas WBS tahun ini (2025), namun belum bisa di pastikan karena anggaran masih di tahan.
Oleh karena itu, dari Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) BWS Papua pata tahun 2025, akan menangani ancaman abrasi pantai Ciberi. "Jadi, sebenarnya di DIPA kita ini tahun 2025 kita mau tangani pantai Ciberi, pantai yang ada di bawah Jembatan Merah," jelas Muhaimin
Menangapi itu Kepada Balai Wilayah Sungai (BWS) Papua, Dave Muhaimin mengaku bahwa penanganan Kali Acay merupakan tangung jawab pihaknya di BWS. Namun, untuk penanganan sampah yang ada dalam Kali Acay itu, menurut Muhaimin, perlu koordinasi, duduk bersama antara BWS dan Pemkot dalam hal ini dinas terkait.
Kepala BWS Papua Merauke Nonce Saman, ST, MT, memimpin langsung pembersihan drainase cara manual tersebut. Nonce Saman menjelaskan bahwa salah satu penyebab terjadinya banjir ketika itentitas hujan cukup tinggi karena saluran drainase yang ada sudah tertutup dengan sampah maupun dengan rumput.