Kampung Adat Didorong Untuk Pengembangan Wisata

JAYAPURA — Plt Kepala Dinas Pariwisata Kota Jayapura, Richard J. Nahumury, menegaskan pentingnya dukungan dan keterlibatan aktif dari 14 kampung adat dalam upaya mengembangkan sektor pariwisata di Kota Jayapura. Hal ini dinilai krusial mengingat sebagian besar potensi dan destinasi wisata yang ada di wilayah tersebut merupakan milik masyarakat adat.

Menurut Richard, pengembangan pariwisata di Kota Jayapura tidak bisa berjalan optimal tanpa adanya kolaborasi yang kuat antara pemerintah dan pemilik hak ulayat. Oleh karena itu, sinergi yang telah dibangun bersama 14 kampung adat diharapkan dapat menjadi fondasi utama dalam mendorong kemajuan sektor wisata secara berkelanjutan.

“Sebagian besar spot wisata di Kota Jayapura berada di atas tanah adat, sehingga dukungan dari masyarakat adat menjadi kunci utama. Kami berharap komitmen bersama ini bisa terus dijaga dan diperkuat,” ujarnya kepada Cenderawasih Pos, Rabu (22/4).

Baca Juga :  BPTD Papua Siap Perbaiki Lampu Jalan Holtekamp

Ia menjelaskan, langkah ini juga merupakan tindak lanjut dari kesepakatan yang telah dibangun antara Pemerintah Kota Jayapura dalam hal ini Wali Kota, Abisai Rollo bersama 14 kampung adat saat kegiatan turun kampung yang dilakukan oleh Wali Kota Jayapura.

Dalam pertemuan tersebut, disepakati pentingnya pengelolaan potensi wisata berbasis masyarakat adat dengan tetap menjaga nilai-nilai kearifan lokal dan pihak adat perlu bersama sama pemerintah untuk membangun potensi wisata yang ada.

Nahumury menambahkan, komitmen bersama ini diharapkan mampu menciptakan tren positif dalam pengembangan pariwisata di Kota Jayapura. Selain meningkatkan daya tarik wisata, keterlibatan masyarakat adat juga diyakini dapat memberikan dampak ekonomi langsung bagi warga setempat.

Baca Juga :  "Pesta Tahun Baru" Digeser ke Taman Imbi

JAYAPURA — Plt Kepala Dinas Pariwisata Kota Jayapura, Richard J. Nahumury, menegaskan pentingnya dukungan dan keterlibatan aktif dari 14 kampung adat dalam upaya mengembangkan sektor pariwisata di Kota Jayapura. Hal ini dinilai krusial mengingat sebagian besar potensi dan destinasi wisata yang ada di wilayah tersebut merupakan milik masyarakat adat.

Menurut Richard, pengembangan pariwisata di Kota Jayapura tidak bisa berjalan optimal tanpa adanya kolaborasi yang kuat antara pemerintah dan pemilik hak ulayat. Oleh karena itu, sinergi yang telah dibangun bersama 14 kampung adat diharapkan dapat menjadi fondasi utama dalam mendorong kemajuan sektor wisata secara berkelanjutan.

“Sebagian besar spot wisata di Kota Jayapura berada di atas tanah adat, sehingga dukungan dari masyarakat adat menjadi kunci utama. Kami berharap komitmen bersama ini bisa terus dijaga dan diperkuat,” ujarnya kepada Cenderawasih Pos, Rabu (22/4).

Baca Juga :  "Pesta Tahun Baru" Digeser ke Taman Imbi

Ia menjelaskan, langkah ini juga merupakan tindak lanjut dari kesepakatan yang telah dibangun antara Pemerintah Kota Jayapura dalam hal ini Wali Kota, Abisai Rollo bersama 14 kampung adat saat kegiatan turun kampung yang dilakukan oleh Wali Kota Jayapura.

Dalam pertemuan tersebut, disepakati pentingnya pengelolaan potensi wisata berbasis masyarakat adat dengan tetap menjaga nilai-nilai kearifan lokal dan pihak adat perlu bersama sama pemerintah untuk membangun potensi wisata yang ada.

Nahumury menambahkan, komitmen bersama ini diharapkan mampu menciptakan tren positif dalam pengembangan pariwisata di Kota Jayapura. Selain meningkatkan daya tarik wisata, keterlibatan masyarakat adat juga diyakini dapat memberikan dampak ekonomi langsung bagi warga setempat.

Baca Juga :  Rapat Paripurna, Eksekutif Usulkan Perda Pengelolaan Pariwisata di Jayapura

Berita Terbaru

Artikel Lainnya