Diskominfo mengajak seluruh masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap berbagai bentuk kejahatan siber yang semakin berkembang seiring pesatnya transformasi digital. Edukasi dan literasi digital menjadi kunci utama dalam melindungi masyarakat dari ancaman di ruang digital.
“Masyarakat perlu mengenali berbagai bentuk kejahatan siber yang saat ini semakin beragam, antara lain ransomware, phishing, defacement, spoofing, cracking, sniffing, manipulasi data, penipuan OTP, penipuan daring, hingga penyebaran hoaks dan disinformasi. Ancaman tersebut dapat menyasar siapa saja, baik masyarakat umum, pelaku usaha, maupun instansi pemerintah,” katanya.
Menurutnya, perkembangan infrastruktur digital di Papua menghadirkan sebuah paradoks transformasi digital. Di satu sisi, pembangunan jaringan serat optik, SMPCS/PATARA 1 dan 2, Palapa Ring Timur, serta pemanfaatan VSAT telah membuka keterisolasian wilayah dan mempercepat akses informasi. Namun di sisi lain, semakin luasnya konektivitas internet juga meningkatkan potensi kerentanan terhadap berbagai ancaman siber apabila tidak diimbangi dengan kesadaran keamanan digital. (fia/tri)
Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos
BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS https://www.myedisi.com/cenderawasihpos
UPDATE Berita Terbaru Cepos di Saluran https://whatsapp.com/channel/0029VbCNwCXAO7R8KvdYUG3Q
Diskominfo mengajak seluruh masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap berbagai bentuk kejahatan siber yang semakin berkembang seiring pesatnya transformasi digital. Edukasi dan literasi digital menjadi kunci utama dalam melindungi masyarakat dari ancaman di ruang digital.
“Masyarakat perlu mengenali berbagai bentuk kejahatan siber yang saat ini semakin beragam, antara lain ransomware, phishing, defacement, spoofing, cracking, sniffing, manipulasi data, penipuan OTP, penipuan daring, hingga penyebaran hoaks dan disinformasi. Ancaman tersebut dapat menyasar siapa saja, baik masyarakat umum, pelaku usaha, maupun instansi pemerintah,” katanya.
Menurutnya, perkembangan infrastruktur digital di Papua menghadirkan sebuah paradoks transformasi digital. Di satu sisi, pembangunan jaringan serat optik, SMPCS/PATARA 1 dan 2, Palapa Ring Timur, serta pemanfaatan VSAT telah membuka keterisolasian wilayah dan mempercepat akses informasi. Namun di sisi lain, semakin luasnya konektivitas internet juga meningkatkan potensi kerentanan terhadap berbagai ancaman siber apabila tidak diimbangi dengan kesadaran keamanan digital. (fia/tri)
Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos
BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS https://www.myedisi.com/cenderawasihpos
UPDATE Berita Terbaru Cepos di Saluran https://whatsapp.com/channel/0029VbCNwCXAO7R8KvdYUG3Q