MIMIKA — Tim gabungan yang terdiri dari Polres Mimika, Badan Narkotika Nasional (BNN) Kabupaten Mimika, dan petugas Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Timika menggelar razia mendadak di blok hunian warga binaan di Distrik Iwaka, Kabupaten Mimika, Papua Tengah, Rabu (16/9) malam.
Penggeledahan yang dimulai pukul 19.55 WIT tersebut dipimpin langsung oleh Kapolsek Kuala Kencana AKP Djemi Reinhard, Kepala Lapas Kelas IIB Timika Hernowo, serta Kasi Brantas BNNK Mimika Kompol Kordiali.
Puluhan personel gabungan dikerahkan, melibatkan Brimob Batalyon B Polda Papua Tengah, Satuan Sabhara, Satuan Narkoba, Satuan Reskrim, Satuan Intelkam Polres Mimika, BNN, hingga petugas internal Lapas.
Kasi Humas Polres Mimika Iptu Amir Rado menjelaskan bahwa razia terfokus pada tiga blok hunian utama, yakni Blok Cendrawasih, Blok Mambruk, dan Blok Mediun.
Pemeriksaan kamar dilakukan secara ketat sesuai standar operasional prosedur (SOP) dengan tetap mengedepankan pendekatan humanis. Dari hasil penyisiran, petugas menyita berbagai jenis benda tajam dan barang terlarang yang berpotensi memicu gangguan keamanan.
MIMIKA — Tim gabungan yang terdiri dari Polres Mimika, Badan Narkotika Nasional (BNN) Kabupaten Mimika, dan petugas Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Timika menggelar razia mendadak di blok hunian warga binaan di Distrik Iwaka, Kabupaten Mimika, Papua Tengah, Rabu (16/9) malam.
Penggeledahan yang dimulai pukul 19.55 WIT tersebut dipimpin langsung oleh Kapolsek Kuala Kencana AKP Djemi Reinhard, Kepala Lapas Kelas IIB Timika Hernowo, serta Kasi Brantas BNNK Mimika Kompol Kordiali.
Puluhan personel gabungan dikerahkan, melibatkan Brimob Batalyon B Polda Papua Tengah, Satuan Sabhara, Satuan Narkoba, Satuan Reskrim, Satuan Intelkam Polres Mimika, BNN, hingga petugas internal Lapas.
Kasi Humas Polres Mimika Iptu Amir Rado menjelaskan bahwa razia terfokus pada tiga blok hunian utama, yakni Blok Cendrawasih, Blok Mambruk, dan Blok Mediun.
Pemeriksaan kamar dilakukan secara ketat sesuai standar operasional prosedur (SOP) dengan tetap mengedepankan pendekatan humanis. Dari hasil penyisiran, petugas menyita berbagai jenis benda tajam dan barang terlarang yang berpotensi memicu gangguan keamanan.