Fakhiri secara khusus mengajak generasi muda Papua untuk mengenal dan mencintai budayanya sendiri. Menurutnya, kemajuan teknologi dan modernisasi tidak seharusnya membuat generasi muda kehilangan akar identitas. “Kita harus memastikan modernisasi tidak membuat kita kehilangan jati diri,” tandasnya.
Pesan tersebut menjadi pekerjaan bersama agar FDS tidak berhenti sebagai agenda tahunan. Festival diharapkan terus berkembang menjadi ruang yang mempertemukan budaya, pariwisata dan ekonomi masyarakat, sekaligus menjadi sarana untuk memastikan kekayaan budaya Papua tetap hidup dan diwariskan kepada generasi berikutnya.(dil/wen)
Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos
BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS https://www.myedisi.com/cenderawasihpos
UPDATE Berita Terbaru Cepos di Saluran https://whatsapp.com/channel/0029VbCNwCXAO7R8KvdYUG3Q
Fakhiri secara khusus mengajak generasi muda Papua untuk mengenal dan mencintai budayanya sendiri. Menurutnya, kemajuan teknologi dan modernisasi tidak seharusnya membuat generasi muda kehilangan akar identitas. “Kita harus memastikan modernisasi tidak membuat kita kehilangan jati diri,” tandasnya.
Pesan tersebut menjadi pekerjaan bersama agar FDS tidak berhenti sebagai agenda tahunan. Festival diharapkan terus berkembang menjadi ruang yang mempertemukan budaya, pariwisata dan ekonomi masyarakat, sekaligus menjadi sarana untuk memastikan kekayaan budaya Papua tetap hidup dan diwariskan kepada generasi berikutnya.(dil/wen)
Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos
BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS https://www.myedisi.com/cenderawasihpos
UPDATE Berita Terbaru Cepos di Saluran https://whatsapp.com/channel/0029VbCNwCXAO7R8KvdYUG3Q