JAYAPURA – Wilayah Kabupaten dan Kota Jayapura, Papua, diguncang gempa bumi tektonik bermagnitudo 3,7, pada Kamis malam (10/9) sekira pukul 22.54 WIT. Guncangan yang terjadi di penghujung malam tersebut sempat mengejutkan warga di dua wilayah tersebut.
Berdasarkan hasil analisis pemutakhiran parameter dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), episenter gempa bumi ini terletak pada koordinat 2,57° LS dan 140,45° BT. Pusat gempa terdeteksi berada di darat, tepatnya berlokasi pada jarak 4 kilometer arah Barat Daya Sentani, Kabupaten Jayapura, Papua, dengan kedalaman hiposenter mencapai 15 kilometer.
Dilihat dari estimasi kedalamannya, peristiwa ini tergolong sebagai fenomena geologi pergerakan kerak bumi di kedalaman dangkal. BMKG memastikan mekanisme sumber gempa berkaitan erat dengan patahan lokal di wilayah sekitar Sentani yang masih aktif bergerak.
“Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempa bumi yang terjadi merupakan jenis gempa bumi dangkal akibat adanya aktivitas sesar aktif. Hasil pemodelan menunjukkan bahwa gempa bumi ini tidak berpotensi tsunami,” kata Kepala Balai Besar MKG Wilayah V, Yustus Rumakiek, S.Si, Jumat (11/9).
Getaran gempa bumi dirasakan cukup jelas oleh warga yang berada di dalam bangunan permukiman. Intensitas guncangan yang dilaporkan berada pada skala sedang namun cukup mengejutkan masyarakat yang sedang beristirahat.
“Berdasarkan informasi dari masyarakat, gempa bumi dirasakan oleh masyarakat di Kabupaten dan Kota Jayapura pada skala III MMI, di mana getaran dirasakan nyata dalam rumah dan terasa seakan-akan ada truk berlalu. Hingga pukul 23.30 WIT, hasil monitoring BMKG belum menunjukkan adanya aktivitas gempa bumi susulan (aftershock),” jelas Yustus.
Menyikapi guncangan tersebut, BMKG meminta warga Jayapura dan sekitarnya agar tetap waspada, namun tidak menyebarkan rumor yang belum terkonfirmasi. Pemeriksaan kondisi bangunan fisik rumah pascaguncangan juga sangat disarankan untuk mengantisipasi potensi bahaya keretakan struktur.