“Bagi kami, bagi saya dan Wakil Bupati, itu hal yang luar biasa karena dalam kondisi efisiensi kami bisa sampai ke titik itu,” ujarnya.
Namun, Pemerintah Kabupaten Jayapura tidak ingin manfaat ekonomi tersebut berhenti ketika festival berakhir.
Kawasan Khalkote direncanakan terus dikembangkan sebagai destinasi wisata dan kuliner permanen, sehingga aktivitas ekonomi masyarakat dapat berlangsung sepanjang tahun, bukan hanya ketika FDS digelar.
“Tidak sekadar festival dan kita tunggu lagi tahun depan. Tidak. Ini akan terus berjalan untuk terus mendorong kreativitas lokal, budaya dan seni terus muncul dan bangkit di tempat ini,” tegas Yunus.
Menurut Yunus, tingginya kunjungan selama FDS XV menjadi momentum untuk mengubah cara pandang terhadap event pariwisata. Festival tidak cukup hanya menghadirkan keramaian, tetapi harus meninggalkan manfaat yang bisa dirasakan masyarakat setelah acara selesai.
Karena itu, pengembangan Khalkote diarahkan untuk menggabungkan wisata, budaya, kuliner dan UMKM dalam satu kawasan yang dapat dikunjungi masyarakat secara berkelanjutan.
Dengan kunjungan sekitar 147 ribu orang dan perputaran uang mencapai Rp1,2 miliar selama rangkaian FDS XV, kawasan Danau Sentani menunjukkan bahwa kekayaan budaya dan potensi wisata dapat menjadi kekuatan ekonomi masyarakat.
Jika konsep tersebut berjalan konsisten, Khalkote bukan hanya dikenal sebagai lokasi Festival Danau Sentani, tetapi dapat tumbuh menjadi salah satu destinasi wisata unggulan di Kabupaten Jayapura dan Papua. (dil/wen)
Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos
BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS https://www.myedisi.com/cenderawasihpos
UPDATE Berita Terbaru Cepos di Saluran https://whatsapp.com/channel/0029VbCNwCXAO7R8KvdYUG3Q