Menurutnya, Festival ini diharapkan menjadi agenda rutin bagi pengurus sekolah adat, masyarakat adat, pihak gereja dan pemerintah daerah untuk mengaktualisasi ruang belajar, dialog dan advokasi terhadap nilai-nilai kearifan lokal serta dalam membentuk karakter, dan identitas generasi penerus. Panitia mengharapkan agar semua pihak hadir untuk menyaksikan pentupan kegiatan festival.
“Dengan berakhirnya festival ini, panitia berharap semangat yang telah terbangun tidak berhenti pada perayaan semata, melainkan dapat menghidupkan di dalam keluarga, honai adat, kampung, gereja, sekolah adat dan komunitasnya.” jelas Yermias. (jo/wen)
Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos
BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOSÂ https://www.myedisi.com/cenderawasihpos
UPDATE Berita Terbaru Cepos di Saluran https://whatsapp.com/channel/0029VbCNwCXAO7R8KvdYUG3Q
Menurutnya, Festival ini diharapkan menjadi agenda rutin bagi pengurus sekolah adat, masyarakat adat, pihak gereja dan pemerintah daerah untuk mengaktualisasi ruang belajar, dialog dan advokasi terhadap nilai-nilai kearifan lokal serta dalam membentuk karakter, dan identitas generasi penerus. Panitia mengharapkan agar semua pihak hadir untuk menyaksikan pentupan kegiatan festival.
“Dengan berakhirnya festival ini, panitia berharap semangat yang telah terbangun tidak berhenti pada perayaan semata, melainkan dapat menghidupkan di dalam keluarga, honai adat, kampung, gereja, sekolah adat dan komunitasnya.” jelas Yermias. (jo/wen)
Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos
BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOSÂ https://www.myedisi.com/cenderawasihpos
UPDATE Berita Terbaru Cepos di Saluran https://whatsapp.com/channel/0029VbCNwCXAO7R8KvdYUG3Q