Yulius mengatakan sebelumnya terdapat sejumlah rute yang menghubungkan Karubaga dengan beberapa wilayah, seperti Wina dan Wari. Namun, pelayanan pada rute tersebut untuk sementara dihentikan karena situasi keamanan.
Untuk wilayah Kang Gime, Yulius menyebut penerbangan masih tersedia satu kali dalam seminggu dari Jayapura langsung menuju Kanggime.
Sementara itu, terdapat pula rute Mamit–Jayapura yang sebelumnya menjadi salah satu akses penerbangan masyarakat. Namun, menurut Yulius, layanan tersebut untuk sementara dihentikan.
Selain subsidi dari pemerintah pusat, Dinas Perhubungan Kabupaten Tolikara juga memperoleh dukungan subsidi dari Pemerintah Provinsi Papua Pegunungan melalui PT AMA Atyasin.
Dalam keterangannya, Yulius juga menyampaikan bahwa untuk salah satu layanan penerbangan bersubsidi, yakni rute *Jayapura–Bukondini*, tarif penumpang berada di kisaran Rp300 ribu.
“Bukondini–Jayapura, itu subsidi dari APBN,” katanya. Ketika ditanyakan mengenai besaran tarif tiket, Yulius menegaskan bahwa harga yang dibayarkan penumpang berada di sekitar Rp300 ribu. “Rp300.000,” jawabnya.
Dengan adanya dukungan subsidi dari pemerintah pusat dan Pemerintah Provinsi Papua Pegunungan, pemerintah daerah berharap konektivitas udara antardaerah dan antardistrik di Tolikara dapat terus berjalan serta mendukung aktivitas masyarakat dan pelayanan pemerintahan. (diskomdigi)
Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos
BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS https://www.myedisi.com/cenderawasihpos
UPDATE Berita Terbaru Cepos di Saluran https://whatsapp.com/channel/0029VbCNwCXAO7R8KvdYUG3Q