NABIRE — Wakil Presiden Republik Indonesia, Raka Bumingraka, melakukan peninjauan langsung ke Pelabuhan Umum Nabire dalam rangka kunjungan kerja di Kabupaten Nabire, Provinsi Papua Tengah, Senin (20/4).
Kunjungannya ke Pelabuhan Samabusa Nabire didampingi oleh Wakil Menteri Dalam Negeri, Ribka Haluk, Gubernur Papua Tengah, Meki Nawipa, Pj. Sekda Papua Tengah, Silwanus Sumule, Bupati Nabire, Mesak Magai, Bupati Intan Jaya, Aner Maisini, Jajaran Forkopimda Papua Tengah, Kepala-Kepala OPD di Lingkup Pemprov Papua Tengah, Staf UPP Pelabuhan Nabire dan petugas pelabuhan lainnya.
Peninjauan ini dilakukan untuk melihat secara langsung kondisi serta peran strategis Pelabuhan Nabire sebagai salah satu pintu gerbang utama konektivitas transportasi laut yang melayani delapan kabupaten di wilayah Papua Tengah.
Kepala Dinas Perhubungan Papua Tengah, Ewonggen Kogoya, dalam pemaparannya kepada Wakil Presiden menjelaskan bahwa Pelabuhan Nabire memiliki luas lahan mencapai 143.110 meter persegi dan menjadi salah satu pelabuhan terluas di Papua.
“Fasilitas yang tersedia di pelabuhan ini cukup lengkap, di antaranya terminal penumpang seluas 6.120 meter persegi serta lapangan penumpukan barang seluas 25.879 meter persegi yang dapat dikembangkan hingga 36.705 meter persegi,” ujarnya kepada Wapres Gibran. Ia juga menyoroti keterbatasan kapasitas pelabuhan saat ini.
“Pada saat kapal masuk, kami mengalami kalau dua sampai tiga kapal bersandar, kapasitas pelabuhan masih terbatas,” katanya. Menurutnya, pemerintah provinsi berencana melakukan pengembangan pelabuhan untuk meningkatkan pelayanan.
“Maka kami dari pemerintah provinsi juga ingin menambahkan pelabuhan di bagian belakang untuk meningkatkan kapasitas pelayanan,” jelasnya.
Pelabuhan yang terletak di Distrik Teluk Kimi ini dikelola oleh Kantor Unit Penyelenggara Pelabuhan (UPP) Kelas II Nabire.