WAMENA – Ribuan umat dari 17 denominasi gereja yang ada di Kabupaten Jayawijaya mengikuti Ibadah dan perayaan masuknya Pekabaran Injil ke Lambah Baliem ke 72 Tahun di stadion Pendidikan Itlay Ikinia Wamena, Senin (20/4).
Bupati Jayawijaya Atenius Murib, SH, MH menyatakan perayaan pekabaran injil ke 72 di lembah Baliem merupakan perayaan yang kedua kalinya dalam pemerintahan ini, dimana kalau tahun lalu dirayakan secara terpisah -pisah, namun untuk tahun ini dirayakan secara serentak bersama 17 denominasi gereja yang ada di Jayawijaya.
“Dalam kesemapatan ini saya ingin menyampaikan 3 hal penting yaitu seperti merefleksi, Introspeksi diri dan dan membuat komitmen hidup yang baru, ini merupakan hal pentinya yang perlu diingat oleh seluruh umat di Jayawijaya,”ungkapnya di Stadion Pendidikan Itlay Ikinia Wamena Senin (20/4).
Yang pertama untuk merefleksi yang dimaksud perlunya merefleksi perjuangan dari para misionaris dan para orang tua kita yang berjuang membawa kabar sukacita ini ke Jayawijaya dalam kondisi daerah ini yang kritis baik itu perang suku dan akses yang sangat terbatas bahkan sampai mengorbankan nyawa mereka mengabarkan injil itu.
“Berikut adalah introsepksi diri, ini untuk melihat apakah kita sudah benar -benar hidup seperti yang diharapkan dalam Injil Kristus, “ujarnya.
Lanjut Bupati Murib, adalah membuat komitmen untuk hidup baru sesuai dengan apa yang diajarkan Firman Tuhan, sebab sudah 72 tahun masyarakat Jayawijaya meneria injil kristus oleh karena itu harus bangkit untuk membantu sesama sesuai dengan thema injil membawa keselamatan dan mempersatukan semua.
WAMENA – Ribuan umat dari 17 denominasi gereja yang ada di Kabupaten Jayawijaya mengikuti Ibadah dan perayaan masuknya Pekabaran Injil ke Lambah Baliem ke 72 Tahun di stadion Pendidikan Itlay Ikinia Wamena, Senin (20/4).
Bupati Jayawijaya Atenius Murib, SH, MH menyatakan perayaan pekabaran injil ke 72 di lembah Baliem merupakan perayaan yang kedua kalinya dalam pemerintahan ini, dimana kalau tahun lalu dirayakan secara terpisah -pisah, namun untuk tahun ini dirayakan secara serentak bersama 17 denominasi gereja yang ada di Jayawijaya.
“Dalam kesemapatan ini saya ingin menyampaikan 3 hal penting yaitu seperti merefleksi, Introspeksi diri dan dan membuat komitmen hidup yang baru, ini merupakan hal pentinya yang perlu diingat oleh seluruh umat di Jayawijaya,”ungkapnya di Stadion Pendidikan Itlay Ikinia Wamena Senin (20/4).
Yang pertama untuk merefleksi yang dimaksud perlunya merefleksi perjuangan dari para misionaris dan para orang tua kita yang berjuang membawa kabar sukacita ini ke Jayawijaya dalam kondisi daerah ini yang kritis baik itu perang suku dan akses yang sangat terbatas bahkan sampai mengorbankan nyawa mereka mengabarkan injil itu.
“Berikut adalah introsepksi diri, ini untuk melihat apakah kita sudah benar -benar hidup seperti yang diharapkan dalam Injil Kristus, “ujarnya.
Lanjut Bupati Murib, adalah membuat komitmen untuk hidup baru sesuai dengan apa yang diajarkan Firman Tuhan, sebab sudah 72 tahun masyarakat Jayawijaya meneria injil kristus oleh karena itu harus bangkit untuk membantu sesama sesuai dengan thema injil membawa keselamatan dan mempersatukan semua.