MIMIKA – Cuaca mendung yang menyelimuti langit Mimika tak menyurutkan animo massa. Sejak pukul 16.00 WIT, Senin, 20 April 2026, Jalan Budi Utomo di depan Diana Mall dan Toko Meriah sudah berubah menjadi lautan manusia. Mereka menunggu kedatangan sang wakil presiden dalam lawatan pertamanya ke Bumi Cenderawasih tahun ini.
Penantian itu pecah pada pukul 17.58 WIT. Dari kejauhan, raungan sirine dan kerlip lampu biru kendaraan patwal membelah arus.
Di belakangnya, rombongan kendaraan yang membawa Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka perlahan mendekat.
Warga yang semula tertib di trotoar mendadak tumpah ke badan jalan, memaksa aparat keamanan melakukan pengalihan arus lalu lintas secara mendadak di pertigaan Budi Utomo.
Turun dari kendaraan di tengah barikade ketat Pasukan Pengaman Presiden (Paspampres), Gibran tak langsung masuk ke dalam agenda protokoler. Ia menyempatkan diri menyapa warga sebelum melangkah masuk ke Toko Meriah. Di dalam bangunan tersebut, belasan anak yatim dari berbagai panti asuhan di Mimika telah menanti. Dalam suasana yang lebih tenang, Gibran berbelanja paket alat tulis dan berfoto bersama mereka, sementara di luar toko, riuh suara warga yang memanggil namanya tak kunjung surut.
Usai berinteraksi di dalam toko, Gibran kembali keluar menerjang kerumunan. Sambil membagikan paket alat tulis kepada anak-anak yang berdesakan, ia melayani jabat tangan dan swafoto warga yang beruntung menembus penjagaan. Irianti Usior, salah satu warga yang berada di lokasi, menegaskan bahwa Papua butuh lebih dari sekadar kunjungan seremonial. Ia menyoroti isu krusial mengenai pendidikan, kesehatan, dan penyelesaian konflik yang masih membayangi wilayah pegunungan hingga pesisir.
“Kemudian konflik-konflik yang ada di Timika sini maupun di daerah pegunungan dapat teratasi dengan aman,” harapnya.