Bupati Jayawijaya Atenius Murib, SH, MH menyatakan perayaan pekabaran injil ke 72 di lembah Baliem merupakan perayaan yang kedua kalinya dalam pemerintahan ini, dimana kalau tahun lalu dirayakan secara terpisah -pisah, n
Momen ini menjadi sangat bersejarah, karena tepat pada tanggal 14 April, masyarakat Toli mengenang masuknya Injil pertama kali di wilayah ini pada tahun 1957. Artinya, selama 69 tahun, Injil telah hidup, bertumbuh, dan m
Bupati Jayawijaya Atenius Murib, SH, MH menyatakan dalam mempersiapkan peringatan HUT PI ke 72 tahun masuknya Injil di Lembah Baliem (20 April 1954 – 20 April 2026) Pemerintah Daerah telah membentuk kepanitiaan mulai dar
Ia menegaskan, masuknya Injil ke Tanah Tabi menjadi tanda bahwa kasih Kristus terus hidup dan menyertai kehidupan masyarakat hingga saat ini, khususnya di Kota Jayapura.
Menurutnya, perjalanan pekabaran Injil hingga menj
Kegiatan rohani yang berlangsung khidmat ini menjadi momentum penting bagi umat Kristiani untuk mengenang sejarah masuknya Injil sekaligus mempererat persatuan masyarakat.
Pulau kecil ini menjadi saksi awal masuknya Injil di wilayah Tabi—yang meliputi Jayapura, Sarmi, dan Keerom—pada awal abad ke-20. Di tempat inilah, sekitar tahun 1900 hingga tahun 1910, para hamba Tuhan pertama kali menj
Perayaan Pekabaran Injil di Pulau Metu Debi merupakan momentum bersejarah bagi masyarakat wilayah adat Tabi, yang memperingati masuknya terang Injil pada 7 Maret 1910 oleh Pdt. F.J.F. van Hasselt.
Acara yang berlangsung khidmat ini dipusatkan di Tugu Pekabaran Injil, Kampung Waren, sebagai simbol titik awal misi penginjilan di wilayah tersebut hampir satu abad silam. Tiap tanggal 28 Februari adalah momen dimana di
Ketua Panitia Pembangunan, Benhur Tomi Mano, mengungkapkan bahwa pembangunan ini merupakan kerinduan jemaat yang telah dinantikan selama puluhan tahun. Pasalnya, sejak berdiri 23 tahun silam, TK Pniel Kotaraja belum memi
Ketua Klasis Baliem Yalimo Pdt Edwar Su, S.Th menyatakan Peringatan ini merujuk pada peristiwa bersejarah mendaratnya dua penginjil asal Jerman, Carl Wilhelm Ottow dan Johann Gottlob Geissler, di Pulau Mansinam pada 5 Fe
Wakil Bupati Jayawijaya Ronny Elopere, S,IP, M.AP, menyatakan pemerintah mengapresiasi penginjil dan hamba Tuhan yang ada di wilayah ini yang berjuang keras untuk mewujudkan cita -cita dari para misionaris yang membawa
Bupati Jayawijaya Atenius Murib, SH, MH mengatakan momentum perayaan PI ke Lembah Baliem merupakan sesuatu yang sangat sakral bagi masyarakat di daerah ini, sebab 71 satun yang lalu injil masuk ke lembah agung ini membaw
Wali Kota Jayapura, Abisai Rollo yang didampingi Wakil Wali Kota, Rustan Saru menyampaikan bahwa, perayaan ini menjadi momentum penting bagi seluruh umat GKI di tanah Papua, khususnya masyarakat Kota Jayapura atau tanah Tabi.
Kotbah yang dibawakan Pdt. Hans Y. Hamadi selaku Wakil Ketua 1 Majelis Daerah Papua GPdI mengingatkan seluruh jemaat akan pentingnya hari Pekabaran Injil di Tanah Papua, yang mana sejak masuknya injil pada Pada 5 Februari 1855, melalui dua misionaris asal Jerman, Carl Wilhelm Ottow dan Johann Gottlob Geissler, tiba di Pulau Mansinam, Kabupaten Manokwari, Provinsi Papua Barat. Mereka membawa Injil ke Tanah Papua untuk pertama kalinya.
Menurut Ketua Jemaat GKI Maranatha Kampung Harapan Pendeta Dessy Matatula Kastanya bahwa tema yang diangkat pada PI Ke-170 yakni Keselamatan Telah Berlangsung Bagi Suku-Suku Bangsa di Tanah Papua.
Menurut politisi Partai Demokrat itu, pemuda Papua memiliki peran penting dalam keluarga, gereja, masyarakat, serta bangsa dan negara. Oleh karena itu, ia mengingatkan agar generasi muda menjaga kehidupan mereka dengan baik serta menghindari hal-hal yang merugikan diri sendiri.
Ketua I PGGP, Pdt Maury menyebut, pihaknya mengundang semua organisasi gereja untuk hadir dalam kegiatan pada 5 Februari. “Rabu pagi, seluruh gereja diimbau mengadakan ibadah di gereja masing-masing. Sedangkan sorenya, kita merayakan dengan ibadah akbar di Gor Cenderawasih,” ucap Maury saat dikonfirmasi Cenderawasih Pos
Ketua Klasis GKI Sentani, Pdt. Alberth Suebu, menjelaskan menyambut Hari Pekabaran Injil di Tanah Papua ke-170 tahun, merupakan perayaan yang sangat besar, dimana seluruh umat percaya merayakan hari masuknya Injil di tanah Papua ke- 170 tahun, hari Pekabaran Injil masuk di Pulau Mansinam oleh kedua Rasul Tuhan Ottow dan Geissler.
Parade yang diikuti oleh puluhan hingga ratusan peserta itu dibuka oleh Plt Sekda Kota Jayapura, Evert N Merauje bersama Ketua Klasis Port Numbay, Pdt. Andris Tjoe didampingi jajaran dan pihak-pihak terkait lainnya.
Parade tersebut akan dibuka Sekda Biak Numfor, Zakarias I. Mailoa, ST., MT, dan disaksikan oleh Ketua Badan Pekerja (BP) Klasis GKI Biak Selatan Pdt Yohannes Kbarek, para pemimpin dari berbagai denominasi gereja, serta Kapolsek Biak Kota beserta jajarannya.
Singkatnya, pada tanggal 5 Februari 1855, dua utusan Pekabaan Injil dari Jerman tiba di Pulau Mansinam, Papua Barat. Mereka kemudian menetap dan memulai melaksanakan misi Pekabaran Injil dari Pulau Mansinam yang kemudian diikuti oleh utusan-utusan Pekabaran Injil dari beberapa negara lainnya.
Pj Gubernur Papua pegunungan Dr. Velix Vernando Wanggai, S.IP. M.A.P menyatakan wilayah Bogo merupakan tempat yang sakral dan tempat awal peradaban pekabaran injil, oleh sebab itu pemerintah Provinsi sangat berterimakasih terhadap pelayanan GIDI di Tanah Papua Pegunungan ini dimana injil itu nampak di Kelila
Dikatakan ada banyak keberagaman adat dan tradisi budaya termasuk agama dan ini menjadi kekayaan yang harusnya dijaga dalam kebersamaan dan toleransi tadi. Dikatakan meski dibatasi dengan wilayah atau territorial namun kesamaan budaya, tradisi dan bahasa harus bisa memastikan tidak menjadi kendala.
PJ Gubernur Papua Pegunugan Dr. Velix Vernando Wanggai, S.IP, M.P.A menyatakan ada dua agenda penting yang akan dilakukan pemerintah Provinsi Papua Pegunugan. Ini momentum yang sangat tepat bagi Pemprov Papua Pegunugan karena ada Moment Kultural dan Teknokratik.