Jaringan Putus, Pendapatan Ojek Turun Drastis

MERAUKE- Salah satu yang sangat terdampak dengan putusnya jaringan internet di Merauke sejak Minggu (27/3) lalu adalah driver ojek. Yeri Topan, salah ojek di Merauke saat dihubungi media ini lewat telepon selulernya, mengaku, sejak jaringan internet putus, pendapatan dirinya turun drastis.

‘’Karena pekerjaan kami ini sangat terikat dengan jaringan internet. Ketika jaringan internet putus, otomatis kami kehilangan pelanggan,’’tandasnya.

Menurutnya, sejak  jaringan putus,  syukur-syukur jika masih dapat 1-2 orderan untuk diantarkan ke pelanggan. Bahkan, kadang sama sekali tidak ada orderan. Padahal, jika jaringan internet tidak mengalami gangguan seperti sekarang, biasanya mendapatkan antara 20-30 orderan dengan pendapatan Rp 14.000 setiap orderan perhari. ‘’Paling sedikit itu 15 orderan dalam sehari,’’ jelasnya.

Baca Juga :  Optimis Konektivitas Darat Papua Selatan Terhubung

Sehubungan dengan itu, Yeri Topan berharap, jaringan internet yang putus sekarang ini  bisa segera pulih kembali, sehingga pendapatan bisa normal. ‘’Harapan kita, jaringan internet  ini bisa segera pulih kembali sehingga kita bisa beroperasi secara normal kembali,’’harapnya.

Hanya saja,  ia menyarankan ke pihak Telkom agar memberikan pemberitahuan kepada masyarakat, apa penyebab putusnya jaringan telepon di Merauke serta berapa lama jaringan internet ini bisa normal kembali.

‘’Kalau beberapa tahun lalu saat kejadian yang sama, ada pemberitahuan dari pihak Telkom kepada pelanggan melalui SMS, tapi sekarang sama sekali tidak ada pemberitahuan. Begitu juga jangka waktu  perbaikan  diberitahukan, sehingga  kalau memang lama, mungkin untuk sementara kita mencari pekerjaan lain, misalnya jadi tenaga buruh bangunan,’’tandasnya. (ulo/tho)

Baca Juga :  Ratusan Warga Padati Pemeriksaan Kesehatan Gratis

MERAUKE- Salah satu yang sangat terdampak dengan putusnya jaringan internet di Merauke sejak Minggu (27/3) lalu adalah driver ojek. Yeri Topan, salah ojek di Merauke saat dihubungi media ini lewat telepon selulernya, mengaku, sejak jaringan internet putus, pendapatan dirinya turun drastis.

‘’Karena pekerjaan kami ini sangat terikat dengan jaringan internet. Ketika jaringan internet putus, otomatis kami kehilangan pelanggan,’’tandasnya.

Menurutnya, sejak  jaringan putus,  syukur-syukur jika masih dapat 1-2 orderan untuk diantarkan ke pelanggan. Bahkan, kadang sama sekali tidak ada orderan. Padahal, jika jaringan internet tidak mengalami gangguan seperti sekarang, biasanya mendapatkan antara 20-30 orderan dengan pendapatan Rp 14.000 setiap orderan perhari. ‘’Paling sedikit itu 15 orderan dalam sehari,’’ jelasnya.

Baca Juga :  Potongan Zakat ASN Muslim Harus Dihitung Baik

Sehubungan dengan itu, Yeri Topan berharap, jaringan internet yang putus sekarang ini  bisa segera pulih kembali, sehingga pendapatan bisa normal. ‘’Harapan kita, jaringan internet  ini bisa segera pulih kembali sehingga kita bisa beroperasi secara normal kembali,’’harapnya.

Hanya saja,  ia menyarankan ke pihak Telkom agar memberikan pemberitahuan kepada masyarakat, apa penyebab putusnya jaringan telepon di Merauke serta berapa lama jaringan internet ini bisa normal kembali.

‘’Kalau beberapa tahun lalu saat kejadian yang sama, ada pemberitahuan dari pihak Telkom kepada pelanggan melalui SMS, tapi sekarang sama sekali tidak ada pemberitahuan. Begitu juga jangka waktu  perbaikan  diberitahukan, sehingga  kalau memang lama, mungkin untuk sementara kita mencari pekerjaan lain, misalnya jadi tenaga buruh bangunan,’’tandasnya. (ulo/tho)

Baca Juga :  Kantor Dipalang, Dinas Perikanan Terpaksa Gunakan Eks Kantor BPBD

Berita Terbaru

Artikel Lainnya