Untuk mengurangi kepadatan antrean, Pemkab Merauke juga mempertimbangkan penerapan sistem ganjil genap bagi kendaraan yang akan melakukan pengisian BBM subsidi.
Mekanismenya masih akan dibahas lebih lanjut, apakah diberlakukan berdasarkan hari atau pembagian waktu dalam satu hari. Salah satu opsi yang muncul adalah kendaraan dengan nomor polisi ganjil dan genap diberikan waktu pengisian berbeda. Misalnya, kendaraan dengan nomor polisi ganjil mendapat kesempatan mengisi pada pagi hingga siang, sedangkan kendaraan genap pada siang hingga sore.
“Kalau bisa diberlakukan, berarti kita buat sistem ganjil genap untuk pengisian supaya mengurangi kemacetan itu,” katanya. Namun, mekanisme tersebut masih dalam tahap pembahasan dan akan disesuaikan dengan kondisi di lapangan.
Salah satu persoalan yang masih harus dirumuskan adalah kendaraan dari kabupaten lain, seperti Boven Digoel, yang datang ke Merauke dan membutuhkan BBM sebelum kembali ke daerah asal.
“Ini yang belum dibicarakan, yang mobil dari luar daerah Merauke, Kabupaten Merauke. Saya pikir pasti nanti secara teknis akan dibicarakan,” tandasnya. (ulo/wen)
Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos
BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS https://www.myedisi.com/cenderawasihpos
UPDATE Berita Terbaru Cepos di Saluran https://whatsapp.com/channel/0029VbCNwCXAO7R8KvdYUG3Q
Untuk mengurangi kepadatan antrean, Pemkab Merauke juga mempertimbangkan penerapan sistem ganjil genap bagi kendaraan yang akan melakukan pengisian BBM subsidi.
Mekanismenya masih akan dibahas lebih lanjut, apakah diberlakukan berdasarkan hari atau pembagian waktu dalam satu hari. Salah satu opsi yang muncul adalah kendaraan dengan nomor polisi ganjil dan genap diberikan waktu pengisian berbeda. Misalnya, kendaraan dengan nomor polisi ganjil mendapat kesempatan mengisi pada pagi hingga siang, sedangkan kendaraan genap pada siang hingga sore.
“Kalau bisa diberlakukan, berarti kita buat sistem ganjil genap untuk pengisian supaya mengurangi kemacetan itu,” katanya. Namun, mekanisme tersebut masih dalam tahap pembahasan dan akan disesuaikan dengan kondisi di lapangan.
Salah satu persoalan yang masih harus dirumuskan adalah kendaraan dari kabupaten lain, seperti Boven Digoel, yang datang ke Merauke dan membutuhkan BBM sebelum kembali ke daerah asal.
“Ini yang belum dibicarakan, yang mobil dari luar daerah Merauke, Kabupaten Merauke. Saya pikir pasti nanti secara teknis akan dibicarakan,” tandasnya. (ulo/wen)
Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos
BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS https://www.myedisi.com/cenderawasihpos
UPDATE Berita Terbaru Cepos di Saluran https://whatsapp.com/channel/0029VbCNwCXAO7R8KvdYUG3Q