Masyarakat Adat Harus Diajak Duduk Bersama

Terkait Rencana Pengalihan Peternakan Sapi dari Kimaam ke Okaba

MERAUKE- Seorang tokoh asal Distrik Okaba Yoseph Yanawo Yolmen yang juga saat ini menjabat sebagai Kepala Badan Pengarah Percepatan Pembangunan Otonomi Khusus Papua (BP3OKP) Provinsi Papua Selatan memberikan peringatan keras kepada Kepala Dinas Pertanian, Pangan, Kelautan dan Perikanan Provinsi Papua Selatan terkait dengan rencana pemindahan peternakan kerbau dan sapi dari Pulau Kimaam ke Distrik Okaba.

Diketahui, masyarakat Pulau Kimaam menolak wilayah mereka dijadikan untuk pengembangan peternakan kerbau dan sapi dengan melakukan aksi demo ke DPRK Merauke selanjutnya ke DPRP Papua Selatan baru-baru ini. Penolakan tersebut didukung pemerintah kabupaten maupun provinsi sebagaimana disampaikan Wakil Gubernur Papua Selatan Paskalis Imadawa saat aksi demo warga Pulau Kimaam di DPRP Papsel.

Baca Juga :  BWS Turun Tangan Bersihkan Drainase Secara Manual

‘’Bapak mau pesan kepada Kepala Dinas Peternakan Provinsi dan Kabupaten, sebelum melangkah lebih jauh dan sebelum mengeksekusi program itu dari pusat yang pertama dan wajib dilakukan adalah duduk bersama antara Kementrian terkait, kemudian gubernur, bupati dimana peternakan itu dilakukan, BP3OKP, DPRP, MRP, DPRK. Kita harus duduk bersama,’’ tandas Yoseph Yanawo Yolmen, di kantornya, Jumat (5/6).

Termasuk yang harus dilibatkan, masyarakat adat dari wilayah adat serta perwakilan masing-masing marga, kepala suku yang ada di Okaba, tokoh perempuan, tokoh pemuda. Semuanya harus dilibatkan.

‘’Kita harus tahu, arahnya ini mau kemana. Benefitnya dari peternakan ini kepada masyarakat apa. Ini semua harus jelas. Masyarakat terlebih dahulu diberikan pemahaman. Kalau masyarakat sudah paham dan mengerti maksud dan tujuan suatu kegiatan dilakukan barulah hasil diskusi itu dirumuskan menjadi suatu kesimpulan untuk dibawa ke Jakarta,’’ katanya.

Baca Juga :  Pemkab Biak Minta Hub Logistik dan Kemudahan Izin Investasi

Namun lanjut dia, yang terjadi adalah dari pusat datang dan langsung memetakan dimana kegiatan itu dilakukan dan menurutnya hal tersebut tidak boleh terjadi. Sebagai anak-anak dari Okaba, jelas Yoseph Yolmen, pihaknya akan berdiri di depan untuk bicara hal tersebut.

Terkait Rencana Pengalihan Peternakan Sapi dari Kimaam ke Okaba

MERAUKE- Seorang tokoh asal Distrik Okaba Yoseph Yanawo Yolmen yang juga saat ini menjabat sebagai Kepala Badan Pengarah Percepatan Pembangunan Otonomi Khusus Papua (BP3OKP) Provinsi Papua Selatan memberikan peringatan keras kepada Kepala Dinas Pertanian, Pangan, Kelautan dan Perikanan Provinsi Papua Selatan terkait dengan rencana pemindahan peternakan kerbau dan sapi dari Pulau Kimaam ke Distrik Okaba.

Diketahui, masyarakat Pulau Kimaam menolak wilayah mereka dijadikan untuk pengembangan peternakan kerbau dan sapi dengan melakukan aksi demo ke DPRK Merauke selanjutnya ke DPRP Papua Selatan baru-baru ini. Penolakan tersebut didukung pemerintah kabupaten maupun provinsi sebagaimana disampaikan Wakil Gubernur Papua Selatan Paskalis Imadawa saat aksi demo warga Pulau Kimaam di DPRP Papsel.

Baca Juga :  Satlantas dan BRI Bagikan 257 Buku Tabungan dan ATM

‘’Bapak mau pesan kepada Kepala Dinas Peternakan Provinsi dan Kabupaten, sebelum melangkah lebih jauh dan sebelum mengeksekusi program itu dari pusat yang pertama dan wajib dilakukan adalah duduk bersama antara Kementrian terkait, kemudian gubernur, bupati dimana peternakan itu dilakukan, BP3OKP, DPRP, MRP, DPRK. Kita harus duduk bersama,’’ tandas Yoseph Yanawo Yolmen, di kantornya, Jumat (5/6).

Termasuk yang harus dilibatkan, masyarakat adat dari wilayah adat serta perwakilan masing-masing marga, kepala suku yang ada di Okaba, tokoh perempuan, tokoh pemuda. Semuanya harus dilibatkan.

‘’Kita harus tahu, arahnya ini mau kemana. Benefitnya dari peternakan ini kepada masyarakat apa. Ini semua harus jelas. Masyarakat terlebih dahulu diberikan pemahaman. Kalau masyarakat sudah paham dan mengerti maksud dan tujuan suatu kegiatan dilakukan barulah hasil diskusi itu dirumuskan menjadi suatu kesimpulan untuk dibawa ke Jakarta,’’ katanya.

Baca Juga :  Pemprov Papua Selatan Salurkan 38 Ekor Sapi Kurban

Namun lanjut dia, yang terjadi adalah dari pusat datang dan langsung memetakan dimana kegiatan itu dilakukan dan menurutnya hal tersebut tidak boleh terjadi. Sebagai anak-anak dari Okaba, jelas Yoseph Yolmen, pihaknya akan berdiri di depan untuk bicara hal tersebut.

Berita Terbaru

Artikel Lainnya