Stok Beras Bulog Biak Melimpah, Siap Dukung Program Makan Bergizi Gratis

BIAK – Kepala Kantor Bulog Cabang Biak, Armin Bandjar, menyatakan bahwa ketahanan pangan di wilayah Biak saat ini dalam kondisi sangat aman dengan ketersediaan Cadangan Beras Pemerintah (CBP) mencapai 1.800 ton, stok gula 34 ton, serta minyak goreng sebanyak 7 ton.

Mengingat rata-rata pelayanan penugasan rutin hanya mencapai 250 ton per bulan, stok yang ada saat ini diproyeksikan masih dapat mencukupi kebutuhan masyarakat dalam jangka waktu yang cukup panjang. Namun, jika rencana bantuan pangan mulai dijalankan dengan pagu alokasi mencapai 350 ton untuk dua bulan, maka stok 1.800 ton tersebut diperkirakan hanya akan bertahan selama tiga hingga empat bulan ke depan.

Baca Juga :  Launching Koperasi Mitra Kawasa Byak

Kata Armin, Kondisi stok di Biak ini sejalan dengan surplus stok Bulog secara nasional yang telah mencapai swasembada sebesar 3,3 juta ton, bahkan target penugasan nasional tahun ini diprediksi menembus angka 4 juta ton.

Armin Bandjar menekankan pentingnya kebijakan penyaluran dan sirkulasi stok yang cepat agar ketersediaan pangan yang melimpah ini dapat segera terserap. Salah satu peluang besar yang diharapkan adalah melalui penyerapan untuk program Makan Bergizi Gratis (MBG), mengingat saat ini unit Dapur MBG sudah semakin banyak di berbagai daerah.

Meski demikian, hingga saat ini Badan Gizi Nasional (BGN) secara standar belum mulai mengambil pasokan beras dari Bulog untuk kebutuhan program tersebut.

Baca Juga :  Sriwijaya Air Buka Rute Baru untuk Jawab Konektivitas

BIAK – Kepala Kantor Bulog Cabang Biak, Armin Bandjar, menyatakan bahwa ketahanan pangan di wilayah Biak saat ini dalam kondisi sangat aman dengan ketersediaan Cadangan Beras Pemerintah (CBP) mencapai 1.800 ton, stok gula 34 ton, serta minyak goreng sebanyak 7 ton.

Mengingat rata-rata pelayanan penugasan rutin hanya mencapai 250 ton per bulan, stok yang ada saat ini diproyeksikan masih dapat mencukupi kebutuhan masyarakat dalam jangka waktu yang cukup panjang. Namun, jika rencana bantuan pangan mulai dijalankan dengan pagu alokasi mencapai 350 ton untuk dua bulan, maka stok 1.800 ton tersebut diperkirakan hanya akan bertahan selama tiga hingga empat bulan ke depan.

Baca Juga :  Terjebak di Biak, Akhirnya 48 Warga Jayapura Dipulangkan

Kata Armin, Kondisi stok di Biak ini sejalan dengan surplus stok Bulog secara nasional yang telah mencapai swasembada sebesar 3,3 juta ton, bahkan target penugasan nasional tahun ini diprediksi menembus angka 4 juta ton.

Armin Bandjar menekankan pentingnya kebijakan penyaluran dan sirkulasi stok yang cepat agar ketersediaan pangan yang melimpah ini dapat segera terserap. Salah satu peluang besar yang diharapkan adalah melalui penyerapan untuk program Makan Bergizi Gratis (MBG), mengingat saat ini unit Dapur MBG sudah semakin banyak di berbagai daerah.

Meski demikian, hingga saat ini Badan Gizi Nasional (BGN) secara standar belum mulai mengambil pasokan beras dari Bulog untuk kebutuhan program tersebut.

Baca Juga :  Disdikbud: APS di Biak Anak Usia 7-15 Tahun Tertinggi di Papua

Berita Terbaru

Artikel Lainnya