Lanjutnya, aksi tersebut bukan kali pertama dilakukan dengan tuntutan serupa. Menurut Yosep, aksi sebelumnya juga telah dilakukan pada 2 Mei, namun pihaknya mengaku belum mendapatkan respons sesuai yang diharapkan.
“Ini aksi yang kedua kali. Yang pertama pernah tanggal 2 Mei dengan isu yang sama, namun tidak ada respon. Dan hari ini kami datang lagi dengan isu yang sama, tidak ada respon juga,” katanya.
Yosep bahkan mengancam akan kembali menggelar aksi dengan jumlah massa yang lebih besar apabila tuntutan mereka tidak mendapat respons, khususnya jika kembali terjadi kasus keracunan akibat MBG.
“Kami akan kembali dan konsolidasi massa yang begitu banyak lagi, kami akan datang dan dengan cara yang berbeda. Dan ketika ada korban keracunan lagi, kami datang dengan cara yang berbeda dan bawa jenazahnya ke depan,” tegasnya.
Ia berharap pemerintah lebih memprioritaskan pendidikan bagi anak-anak Papua.
“Anak-anak yang banyak putus sekolah, SMP, SMA, dan bahkan yang ada di perguruan tinggi tidak bisa lanjut pendidikan karena faktor ekonomi lain-lain. Ya saya pikir negara bahkan pemerintah dia hadir untuk itu, mengatasi itu,” katanya.(zia/wen)
Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos
BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS https://www.myedisi.com/cenderawasihpos
UPDATE Berita Terbaru Cepos di Saluran https://whatsapp.com/channel/0029VbCNwCXAO7R8KvdYUG3Q
Lanjutnya, aksi tersebut bukan kali pertama dilakukan dengan tuntutan serupa. Menurut Yosep, aksi sebelumnya juga telah dilakukan pada 2 Mei, namun pihaknya mengaku belum mendapatkan respons sesuai yang diharapkan.
“Ini aksi yang kedua kali. Yang pertama pernah tanggal 2 Mei dengan isu yang sama, namun tidak ada respon. Dan hari ini kami datang lagi dengan isu yang sama, tidak ada respon juga,” katanya.
Yosep bahkan mengancam akan kembali menggelar aksi dengan jumlah massa yang lebih besar apabila tuntutan mereka tidak mendapat respons, khususnya jika kembali terjadi kasus keracunan akibat MBG.
“Kami akan kembali dan konsolidasi massa yang begitu banyak lagi, kami akan datang dan dengan cara yang berbeda. Dan ketika ada korban keracunan lagi, kami datang dengan cara yang berbeda dan bawa jenazahnya ke depan,” tegasnya.
Ia berharap pemerintah lebih memprioritaskan pendidikan bagi anak-anak Papua.
“Anak-anak yang banyak putus sekolah, SMP, SMA, dan bahkan yang ada di perguruan tinggi tidak bisa lanjut pendidikan karena faktor ekonomi lain-lain. Ya saya pikir negara bahkan pemerintah dia hadir untuk itu, mengatasi itu,” katanya.(zia/wen)
Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos
BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS https://www.myedisi.com/cenderawasihpos
UPDATE Berita Terbaru Cepos di Saluran https://whatsapp.com/channel/0029VbCNwCXAO7R8KvdYUG3Q