Jadi Keluarga Termiskin di Desa, Nilai Akademik Paling Rendah Namun Tak Mau Menyerah

Kemampuan negosiasi, manajemen konflik, dan delegasi yang ia asah di KMHDI ia terapkan untuk mengembangkan usahanya. Hari ini, ketika ia melihat kembali perjalanan hidupnya, ia menyadari bahwa mungkin ia tidak pernah benar-benar memiliki titik di mana semuanya tiba-tiba berubah menjadi mudah. Ia hanya berpindah dari satu kesulitan ke kesulitan berikutnya, sambil perlahan belajar bagaimana menghadapinya.

Dari seorang anak yang tumbuh dalam keluarga yang penuh konflik, hidup dengan keterbatasan ekonomi, pernah merasa malu karena kemiskinan, pernah merasa bodoh di sekolah, pernah bekerja dengan kondisi keuangan yang sangat sulit, pernah gagal dalam berbagai hal, sampai akhirnya ia belajar membangun usaha, memimpin orang lain, menyelesaikan pendidikan, dan menciptakan kehidupan yang jauh berbeda dari masa kecil saya.

Baca Juga :  Pasien Anak Dipindah ke Ruang Bedah, Ruang Instalasi Air - Listrik Rusak Total

“Kalau ada satu hal yang paling saya syukuri dari semua perjalanan itu, bukan semata-mata pencapaian yang saya miliki hari ini, tetapi kesempatan untuk membuktikan kepada diri sendiri bahwa saya mampu jauh lebih baik dari diri saya sebelumnya.” tutupnya. (*)

Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos

BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS  https://www.myedisi.com/cenderawasihpos

UPDATE Berita Terbaru Cepos di Saluran https://whatsapp.com/channel/0029VbCNwCXAO7R8KvdYUG3Q

Kemampuan negosiasi, manajemen konflik, dan delegasi yang ia asah di KMHDI ia terapkan untuk mengembangkan usahanya. Hari ini, ketika ia melihat kembali perjalanan hidupnya, ia menyadari bahwa mungkin ia tidak pernah benar-benar memiliki titik di mana semuanya tiba-tiba berubah menjadi mudah. Ia hanya berpindah dari satu kesulitan ke kesulitan berikutnya, sambil perlahan belajar bagaimana menghadapinya.

Dari seorang anak yang tumbuh dalam keluarga yang penuh konflik, hidup dengan keterbatasan ekonomi, pernah merasa malu karena kemiskinan, pernah merasa bodoh di sekolah, pernah bekerja dengan kondisi keuangan yang sangat sulit, pernah gagal dalam berbagai hal, sampai akhirnya ia belajar membangun usaha, memimpin orang lain, menyelesaikan pendidikan, dan menciptakan kehidupan yang jauh berbeda dari masa kecil saya.

Baca Juga :  Meski Penuh Kelucuan, Tapi Hasilnya Tak Kalah dengan Masakan Hotel

“Kalau ada satu hal yang paling saya syukuri dari semua perjalanan itu, bukan semata-mata pencapaian yang saya miliki hari ini, tetapi kesempatan untuk membuktikan kepada diri sendiri bahwa saya mampu jauh lebih baik dari diri saya sebelumnya.” tutupnya. (*)

Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos

BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS  https://www.myedisi.com/cenderawasihpos

UPDATE Berita Terbaru Cepos di Saluran https://whatsapp.com/channel/0029VbCNwCXAO7R8KvdYUG3Q

Berita Terbaru

Artikel Lainnya