Mengintip Langkah dan Strategi Elia Loupatty Membesarkan PT Irian Bhakti Papua
Elia Loupatty resmi menjabat sebagai Direktur Utama PT Irian Bhakti Papua, setelah dilantik Gubernur Papua pada 19 September 2026 lalu. Lantas apa strategi dan langkahnya untuk mengembangkan perusahaan yang merupakan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Pemprov Papua ini?
Laporan: Elfira_Jayapura
Ada satu pekerjaan besar yang kini menanti di meja Direktur Utama PT Irian Bhakti Papua, Elia Loupatty. Bukan sekadar menjaga usaha yang sudah berjalan, tetapi mencari ruang baru agar perusahaan daerah itu bisa tumbuh lebih besar dan memberi manfaat lebih luas bagi masyarakat Papua.
Sejak dilantik Gubernur Papua, Elia mulai menata perusahaan dari dalam. Ia melihat PT Irian Bhakti memiliki modal yang cukup untuk berkembang. Bukan hanya pengalaman mengelola usaha angkutan beras, tetapi juga aset yang tersebar di berbagai wilayah Papua.
Sorong, Nabire, Manokwari, Biak, Merauke, Wamena hingga Timika menjadi bagian dari peta aset perusahaan yang kini kembali dilihat potensinya. Bagi Elia, aset-aset tersebut tidak semestinya hanya menjadi catatan dalam neraca perusahaan. Jika dikelola secara optimal, aset itu dapat menjadi pintu masuk bagi lahirnya usaha-usaha baru.
“Kami kaya dengan aset. Kalau dimanfaatkan dengan baik, saya kira peluang untuk optimalisasi usaha sudah cukup tersedia. Lahan-lahan tertentu juga bisa menjadi usaha lain. Itu yang sedang kami inventarisasi,” kata Elia, saat ditemui Cenderawasih Pos, di ruang kerjanya, Kamis (1/10).
Selama ini, usaha angkutan beras masih menjadi salah satu penopang utama PT Irian Bhakti. Usaha tersebut tetap akan dipertahankan dan dikelola dengan baik. Namun, Elia menyadari sebuah perusahaan daerah membutuhkan lebih dari satu kaki untuk bertahan dan berkembang.