Optimalkan Semua Aset, Kembangkan Usaha yang Ada dan Jajaki Peluang Baru

   Karena itu, sejumlah peluang usaha baru mulai dijajaki. Jenis usaha tersebut belum diungkapkan karena masih dalam tahap pembicaraan dengan instansi terkait. Yang menjadi perhatian adalah usaha yang memiliki pasar jelas dan menyentuh kebutuhan masyarakat.

  “Dalam mengembangkan usaha harus dianalisis dengan baik, apakah dia secara terus-menerus, cukup lama, berkesinambungan dan melahirkan keuntungan atau tidak,” ujarnya.

  Bagi Elia, keuntungan memang penting. Tetapi keuntungan perusahaan bukan satu-satunya ukuran. Ada kepentingan yang lebih besar, yakni memastikan kehadiran perusahaan daerah benar-benar dirasakan masyarakat.

  “Yang lebih dari itu, masyarakat memperoleh manfaat sebesar-besarnya. Ini yang sedang kami jajaki,” katanya.

Pendekatan tersebut membuat pengembangan bisnis PT Irian Bhakti tidak sekadar diarahkan untuk mengejar angka pendapatan. Setiap peluang usaha akan dilihat dari kebutuhan pasar, keberlanjutan, potensi keuntungan dan manfaatnya bagi masyarakat.

Baca Juga :  Bill Gates Prediksi Persaingan AI Akan Sangat Sengit

  Sejumlah cabang PT Irian Bhakti sebenarnya sudah mulai mencoba keluar dari usaha utama. Ada cabang yang membuka apotek, toko-toko kecil, bahkan klinik dalam skala terbatas.

Namun, menurut Elia, usaha-usaha tersebut masih dapat dikembangkan. Selain memperbesar usaha yang sudah ada, perusahaan juga akan mencari lahan usaha baru. Salah satu peluang yang sedang dibayangkan adalah menjadi agen berbagai produk yang dibutuhkan masyarakat. Termasuk kebutuhan masyarakat yang bergerak di sektor pertanian dalam arti luas.

  Elia mengatakan, pihaknya tidak ingin terburu-buru membuka usaha baru tanpa perhitungan. Sebab, ekspansi tanpa kajian justru dapat menjadi beban bagi perusahaan. Karena itu, inventarisasi aset menjadi salah satu pekerjaan awal yang dilakukan setelah dirinya memimpin perusahaan.

Baca Juga :  Gubernur: Jamkrida Jangan Jadi Beban APBD

    Kata Elia, perusahaan tidak cukup hanya menghasilkan laba. Keuntungan yang diperoleh juga diharapkan dapat kembali memberikan manfaat melalui pelayanan kepada masyarakat dan kontribusi kepada pemerintah daerah.

  Sebagai perusahaan daerah, PT Irian Bhakti juga memiliki peluang memberikan kontribusi terhadap APBD Provinsi Papua melalui laba usaha sesuai ketentuan yang berlaku. “Lahan usaha baru yang saya maksud misalnya kita jadi agen apa, supaya semakin banyak usaha, pasti ada keuntungan dan bisa memberikan PAD kepada Provinsi Papua,” katanya.

   Karena itu, sejumlah peluang usaha baru mulai dijajaki. Jenis usaha tersebut belum diungkapkan karena masih dalam tahap pembicaraan dengan instansi terkait. Yang menjadi perhatian adalah usaha yang memiliki pasar jelas dan menyentuh kebutuhan masyarakat.

  “Dalam mengembangkan usaha harus dianalisis dengan baik, apakah dia secara terus-menerus, cukup lama, berkesinambungan dan melahirkan keuntungan atau tidak,” ujarnya.

  Bagi Elia, keuntungan memang penting. Tetapi keuntungan perusahaan bukan satu-satunya ukuran. Ada kepentingan yang lebih besar, yakni memastikan kehadiran perusahaan daerah benar-benar dirasakan masyarakat.

  “Yang lebih dari itu, masyarakat memperoleh manfaat sebesar-besarnya. Ini yang sedang kami jajaki,” katanya.

Pendekatan tersebut membuat pengembangan bisnis PT Irian Bhakti tidak sekadar diarahkan untuk mengejar angka pendapatan. Setiap peluang usaha akan dilihat dari kebutuhan pasar, keberlanjutan, potensi keuntungan dan manfaatnya bagi masyarakat.

Baca Juga :  Gubernur: Jamkrida Jangan Jadi Beban APBD

  Sejumlah cabang PT Irian Bhakti sebenarnya sudah mulai mencoba keluar dari usaha utama. Ada cabang yang membuka apotek, toko-toko kecil, bahkan klinik dalam skala terbatas.

Namun, menurut Elia, usaha-usaha tersebut masih dapat dikembangkan. Selain memperbesar usaha yang sudah ada, perusahaan juga akan mencari lahan usaha baru. Salah satu peluang yang sedang dibayangkan adalah menjadi agen berbagai produk yang dibutuhkan masyarakat. Termasuk kebutuhan masyarakat yang bergerak di sektor pertanian dalam arti luas.

  Elia mengatakan, pihaknya tidak ingin terburu-buru membuka usaha baru tanpa perhitungan. Sebab, ekspansi tanpa kajian justru dapat menjadi beban bagi perusahaan. Karena itu, inventarisasi aset menjadi salah satu pekerjaan awal yang dilakukan setelah dirinya memimpin perusahaan.

Baca Juga :  Delapan Perusahaan Kelapa Sawit Batal Berinvestasi

    Kata Elia, perusahaan tidak cukup hanya menghasilkan laba. Keuntungan yang diperoleh juga diharapkan dapat kembali memberikan manfaat melalui pelayanan kepada masyarakat dan kontribusi kepada pemerintah daerah.

  Sebagai perusahaan daerah, PT Irian Bhakti juga memiliki peluang memberikan kontribusi terhadap APBD Provinsi Papua melalui laba usaha sesuai ketentuan yang berlaku. “Lahan usaha baru yang saya maksud misalnya kita jadi agen apa, supaya semakin banyak usaha, pasti ada keuntungan dan bisa memberikan PAD kepada Provinsi Papua,” katanya.

Berita Terbaru

Artikel Lainnya