Ia juga dipercaya menjadi pengurus OSIS bidang Bahasa Inggris yang bertugas memandu morning speech di hadapan seluruh siswa setiap pagi. Dengan ketekunannya, saat ujian nasional ia masuk dalam lima besar dalam urutan nilai tertinggi di kelas saat Ujian Nasional. “Guru-guru di sana menjadi role model bagi saya. Mereka bukan hanya mengajarkan saya pelajaran di kelas, tetapi juga bagaimana memandang kehidupan, menganalisis masalah, dan mencari jalan keluarnya,” ujarnya.
Lulus SMK, Krisna memilih bekerja di perusahaan kelapa sawit di Sumatera Selatan. Ia menjalani kerja-kerja kasar seperti menanam dan memanen sawit sebelum ditempatkan sebagai staf administrasi di sebuah yayasan pendidikan.Kehidupan ekonominya saat itu kembali penuh tantangan. Gaji pertamanya hampir seluruhnya dikirim untuk kebutuhan keluarga.
Omset terus naik setiap bulan dan toko terus berkembang baik dari segi varian produk, pemasaran, maupun tata kelolanya. Kini, usahanya memiliki 7 karyawan dengan omzet ratusan juta per bulan. Ketika usahanya mulai stabil, Krisna melanjutkan kuliah S1 di Universitas Merdeka Malang. Di sana ia bergabung dengan organisasi mahasiswa ekstra kampus yaitu Kesatuan Mahasiswa Hindu Dharma Indonesia (KMHDI)
Dan pada tahun 2023 dipercaya menjadi Ketua PC KMHDI Malang periode 2023-2025. “Saya sadar dari kecil bisa dibilang kurang teman dan tidak pernah punya circle pertemanan. Saya bergabung dengan KMHDI karena ingin belajar menghadapi banyak orang,” ujarnya. Awal kepemimpinannya tidak mudah. Banyak konflik internal dan kesulitan mengarahkan anggota. Krisna bahkan mengerjakan hampir semua administrasi sendiri di tahun pertama. Namun ia tak menyerah.
Tahun kedua, ia mengubah pendekatan dengan mendelegasikan tugas secara proporsional dan fokus pada hal-hal strategis. Di bawah kepemimpinannya, KMHDI Malang menjadi lebih aktif dalam berjejaring ke instansi pemerintah dan keagamaan. Ia sempat beberapa kali menyampaikan aspirasi melakukan audiensi dengan ketua DPRD, Wakil Wali Kota, dan Bupati Malang.
Saat musyawarah cabang di akhir kepengurusannya, ia menggelar kegiatan di Gedung DPRD Kota Malang yang dihadiri oleh Wakil Wali Kota dan Ketua DPRD Kota Malang serta jajaran instansi pemerintah dan keagamaan di Kota dan Kabupaten Malang.Pengalaman memimpin organisasi membantunya membangun sistem dalam bisnis. Ia belajar memilih tim, membagi tanggung jawab, berkomunikasi secara efektif, dan memimpin secara lebih strategis.
Ia juga dipercaya menjadi pengurus OSIS bidang Bahasa Inggris yang bertugas memandu morning speech di hadapan seluruh siswa setiap pagi. Dengan ketekunannya, saat ujian nasional ia masuk dalam lima besar dalam urutan nilai tertinggi di kelas saat Ujian Nasional. “Guru-guru di sana menjadi role model bagi saya. Mereka bukan hanya mengajarkan saya pelajaran di kelas, tetapi juga bagaimana memandang kehidupan, menganalisis masalah, dan mencari jalan keluarnya,” ujarnya.
Lulus SMK, Krisna memilih bekerja di perusahaan kelapa sawit di Sumatera Selatan. Ia menjalani kerja-kerja kasar seperti menanam dan memanen sawit sebelum ditempatkan sebagai staf administrasi di sebuah yayasan pendidikan.Kehidupan ekonominya saat itu kembali penuh tantangan. Gaji pertamanya hampir seluruhnya dikirim untuk kebutuhan keluarga.
Omset terus naik setiap bulan dan toko terus berkembang baik dari segi varian produk, pemasaran, maupun tata kelolanya. Kini, usahanya memiliki 7 karyawan dengan omzet ratusan juta per bulan. Ketika usahanya mulai stabil, Krisna melanjutkan kuliah S1 di Universitas Merdeka Malang. Di sana ia bergabung dengan organisasi mahasiswa ekstra kampus yaitu Kesatuan Mahasiswa Hindu Dharma Indonesia (KMHDI)
Dan pada tahun 2023 dipercaya menjadi Ketua PC KMHDI Malang periode 2023-2025. “Saya sadar dari kecil bisa dibilang kurang teman dan tidak pernah punya circle pertemanan. Saya bergabung dengan KMHDI karena ingin belajar menghadapi banyak orang,” ujarnya. Awal kepemimpinannya tidak mudah. Banyak konflik internal dan kesulitan mengarahkan anggota. Krisna bahkan mengerjakan hampir semua administrasi sendiri di tahun pertama. Namun ia tak menyerah.
Tahun kedua, ia mengubah pendekatan dengan mendelegasikan tugas secara proporsional dan fokus pada hal-hal strategis. Di bawah kepemimpinannya, KMHDI Malang menjadi lebih aktif dalam berjejaring ke instansi pemerintah dan keagamaan. Ia sempat beberapa kali menyampaikan aspirasi melakukan audiensi dengan ketua DPRD, Wakil Wali Kota, dan Bupati Malang.
Saat musyawarah cabang di akhir kepengurusannya, ia menggelar kegiatan di Gedung DPRD Kota Malang yang dihadiri oleh Wakil Wali Kota dan Ketua DPRD Kota Malang serta jajaran instansi pemerintah dan keagamaan di Kota dan Kabupaten Malang.Pengalaman memimpin organisasi membantunya membangun sistem dalam bisnis. Ia belajar memilih tim, membagi tanggung jawab, berkomunikasi secara efektif, dan memimpin secara lebih strategis.