Lulus dari Amerika, Dirikan Cafe dan Ingin Bangun Daerah

Kisah Cecilia dan Yunita Monim, Penerima Beasiswa Otsus Papua

Dua perempuan muda Papua, Cecilia Novani Mehue dan Yunita Alanda Monim menjadi buah dari manfaat Otsus dibidang pendidikan. Keduanya bisa bercerita tentang manfaat dan berharap setelah mereka semakin banyak yang menerima seperti keduanya.

Laporan: Ilham Dwi Ridlo Wancoko

MENURUT keduanya, pendidikan menjadi kunci penting meningkatkan kualitas sumber daya manusia Papua. Program beasiswa Otsus dinilai dapat membuka kesempatan generasi muda meraih pendidikan tinggi.

Hanya saja kata Cecila dan Yunita, dana Otonomi Khusus Papua di bidang pendidikan perlu dimanfaatkan secara maksimal. Mereka berharap pemerintah daerah terus memperluas sosialisasi program beasiswa agar semakin banyak anak muda Papua mendapat akses pendidikan di dalam maupun luar negeri.

Baca Juga :  Kebijakan Menkeu Baru Perkuat Pertumbuhan Investor Daerah

Cecilia Mehue menjadi salah satu contoh penerima manfaat program tersebut. Ia berhasil menempuh pendidikan sarjana hingga pascasarjana di Amerika Serikat melalui beasiswa Otsus Papua. Usai menyelesaikan pendidikan Strata 1 dan Strata 2 di Oregon State University, Cecilia memilih kembali ke tanah Papua. Kini ia mengabdi sebagai anggota DPRP Papua melalui jalur Otsus.

“Saya ini aset hidup otonomi khusus Papua. Jadi saya harus pulang ke Papua untuk membantu masyarakat dalam bentuk apapun,” kata Cecilia saat diskusi Kemendagri di Jakarta, Kamis (29/1).

Cecilia mengungkapkan dirinya memperoleh beasiswa Otsus saat Papua masih dipimpin almarhum Gubernur Lukas Enembe. Ia kemudian menjalani pendidikan di Amerika Serikat selama kurang lebih tujuh tahun.

Baca Juga :  Jurnalis Jangan Diganggu Oleh Siapapun!

Selama masa studi, Cecilia aktif dalam kegiatan pemberdayaan mahasiswa Papua di luar negeri. Ia bergabung dalam organisasi Ikatan Mahasiswa Papua Amerika dan Kanada atau IMAPA. Di organisasi tersebut, Cecilia bahkan dipercaya menjabat sebagai Wakil Presiden. Organisasi itu menaungi ratusan mahasiswa Papua penerima beasiswa di Amerika dan Kanada.

Kisah Cecilia dan Yunita Monim, Penerima Beasiswa Otsus Papua

Dua perempuan muda Papua, Cecilia Novani Mehue dan Yunita Alanda Monim menjadi buah dari manfaat Otsus dibidang pendidikan. Keduanya bisa bercerita tentang manfaat dan berharap setelah mereka semakin banyak yang menerima seperti keduanya.

Laporan: Ilham Dwi Ridlo Wancoko

MENURUT keduanya, pendidikan menjadi kunci penting meningkatkan kualitas sumber daya manusia Papua. Program beasiswa Otsus dinilai dapat membuka kesempatan generasi muda meraih pendidikan tinggi.

Hanya saja kata Cecila dan Yunita, dana Otonomi Khusus Papua di bidang pendidikan perlu dimanfaatkan secara maksimal. Mereka berharap pemerintah daerah terus memperluas sosialisasi program beasiswa agar semakin banyak anak muda Papua mendapat akses pendidikan di dalam maupun luar negeri.

Baca Juga :  Sudah Waktunya Dihitung Ulang Kebutuhan BBM Subsidi dan Non Subsidi

Cecilia Mehue menjadi salah satu contoh penerima manfaat program tersebut. Ia berhasil menempuh pendidikan sarjana hingga pascasarjana di Amerika Serikat melalui beasiswa Otsus Papua. Usai menyelesaikan pendidikan Strata 1 dan Strata 2 di Oregon State University, Cecilia memilih kembali ke tanah Papua. Kini ia mengabdi sebagai anggota DPRP Papua melalui jalur Otsus.

“Saya ini aset hidup otonomi khusus Papua. Jadi saya harus pulang ke Papua untuk membantu masyarakat dalam bentuk apapun,” kata Cecilia saat diskusi Kemendagri di Jakarta, Kamis (29/1).

Cecilia mengungkapkan dirinya memperoleh beasiswa Otsus saat Papua masih dipimpin almarhum Gubernur Lukas Enembe. Ia kemudian menjalani pendidikan di Amerika Serikat selama kurang lebih tujuh tahun.

Baca Juga :  Kebijakan Menkeu Baru Perkuat Pertumbuhan Investor Daerah

Selama masa studi, Cecilia aktif dalam kegiatan pemberdayaan mahasiswa Papua di luar negeri. Ia bergabung dalam organisasi Ikatan Mahasiswa Papua Amerika dan Kanada atau IMAPA. Di organisasi tersebut, Cecilia bahkan dipercaya menjabat sebagai Wakil Presiden. Organisasi itu menaungi ratusan mahasiswa Papua penerima beasiswa di Amerika dan Kanada.

Berita Terbaru

Artikel Lainnya