Saturday, February 28, 2026
25.8 C
Jayapura

Pos TNI Diserang Dua Orang Tewas Dibakar

Terkait klaim kelompok yang dipimpin Aibon Kogoya yang menyatakan bertanggung jawab atas insiden tersebut, polisi menyatakan masih melakukan pendalaman.

“Kami melakukan penyelidikan berdasarkan fakta dan bukti di lapangan, bukan hanya berdasarkan klaim di media sosial. Semua masih dalam proses,” tegasnya.

Mengenai kabar adanya perampasan senjata dan status korban apakah anggota TNI atau bukan, pihak kepolisian juga belum dapat memastikan.

“Untuk identitas korban, kami menunggu hasil dari rumah sakit. Terkait senjata, perlu penyelidikan lebih lanjut. Sebab dari Kepolisian tidak ada anggota yang melakukan penjagaan di PT tersebut,” tambahnya.

Hingga kini, aparat masih melakukan olah TKP dan pemetaan terhadap pelaku. Berdasarkan keterangan saksi, pelaku yang terlihat berjumlah sekitar tiga orang, namun jumlah pasti masih dalam pendalaman.

Baca Juga :  Perempuan Papua Jadi Korban KDRT dan Kekerasan Konflik Bersenjata

“Upaya pengejaran terhadap pelaku juga telah dilakukan setelah proses evakuasi dan pengamanan lokasi selesai,” tutup Kombes Yusuf. Sementara pantauan Cenderawasih Pos di halaman Denintel Jayapura terlihat bendera dikibarkan setengah tiang.

Kabar lain menyebut bahwa personel yang meninggal berpangkat Serda berinisial Ha. Sedangkan satunya lagi adalah warga sipil. Tak lama setelah kejadian ini, muncul video di media sosial pengakuan seorang warga yang melarikan diri melompat ke dalam kali untuk menyelamatkan diri.

Ia terdengar trauma dan berulang kali mengatakan ‘saya tidak tahu’. Meski begitu ia sempat menceritakan bahwa saat terjadi penembakan posisi di lokasi kejadian ada personel TNI yang stanby berjaga dan satu lagi sedang beristirahat.

Baca Juga :  Antisipasi Bencana Kelaparan, Papua Tengah Kini Punya Gudang Logistik

“Yang jelas kita dikepung dan pos sudah rata dengan tanah, saya lompat ke sungai (kali) dan berendam hampir 1 jam disitu. Satu tidur satu jaga dan saya di tong air dan lompat 50 meter ke dalam air selamatkan diri. Kalau polisi atau tentara ini selamat kenapa saya tidak ketemu di sungai, itu jadi pertanyaan saya,” tutupnya. (rel/ade)

Terkait klaim kelompok yang dipimpin Aibon Kogoya yang menyatakan bertanggung jawab atas insiden tersebut, polisi menyatakan masih melakukan pendalaman.

“Kami melakukan penyelidikan berdasarkan fakta dan bukti di lapangan, bukan hanya berdasarkan klaim di media sosial. Semua masih dalam proses,” tegasnya.

Mengenai kabar adanya perampasan senjata dan status korban apakah anggota TNI atau bukan, pihak kepolisian juga belum dapat memastikan.

“Untuk identitas korban, kami menunggu hasil dari rumah sakit. Terkait senjata, perlu penyelidikan lebih lanjut. Sebab dari Kepolisian tidak ada anggota yang melakukan penjagaan di PT tersebut,” tambahnya.

Hingga kini, aparat masih melakukan olah TKP dan pemetaan terhadap pelaku. Berdasarkan keterangan saksi, pelaku yang terlihat berjumlah sekitar tiga orang, namun jumlah pasti masih dalam pendalaman.

Baca Juga :  Kecuali Lapter Paro, Penerbangan ke Pedalaman Sudah Normal

“Upaya pengejaran terhadap pelaku juga telah dilakukan setelah proses evakuasi dan pengamanan lokasi selesai,” tutup Kombes Yusuf. Sementara pantauan Cenderawasih Pos di halaman Denintel Jayapura terlihat bendera dikibarkan setengah tiang.

Kabar lain menyebut bahwa personel yang meninggal berpangkat Serda berinisial Ha. Sedangkan satunya lagi adalah warga sipil. Tak lama setelah kejadian ini, muncul video di media sosial pengakuan seorang warga yang melarikan diri melompat ke dalam kali untuk menyelamatkan diri.

Ia terdengar trauma dan berulang kali mengatakan ‘saya tidak tahu’. Meski begitu ia sempat menceritakan bahwa saat terjadi penembakan posisi di lokasi kejadian ada personel TNI yang stanby berjaga dan satu lagi sedang beristirahat.

Baca Juga :  Paulus Waterpauw Terima Aspirasi Pembentukan DOB Papua Barat Daya

“Yang jelas kita dikepung dan pos sudah rata dengan tanah, saya lompat ke sungai (kali) dan berendam hampir 1 jam disitu. Satu tidur satu jaga dan saya di tong air dan lompat 50 meter ke dalam air selamatkan diri. Kalau polisi atau tentara ini selamat kenapa saya tidak ketemu di sungai, itu jadi pertanyaan saya,” tutupnya. (rel/ade)

Berita Terbaru

Artikel Lainnya