6 Alasan Telapak Tangan Berkeringat, Ini yang Disampaikan Tubuh Anda

JAKARTA– Beberapa orang mungkin merasakan bahwa telapak tangannya terasa lembap, meskipun tidak gugup atau berolahraga. Telapak tangan berkeringat bisa terasa tidak nyaman dan terkadang memalukan, terutama saat berjabat tangan, menulis, atau menggunakan ponsel. Walau berkeringat sesekali adalah normal, telapak tangan yang terus-menerus berkeringat mungkin menandakan sesuatu yang lebih dari sekadar panas atau kecemasan.

Kondisi ini disebut hiperhidrosis, yang melampaui keringat normal yang dipicu oleh panas, aktivitas fisik, atau stres emosional. Kendati demikian, inilah enam alasan mengapa telapak tangan Anda berkeringat dan simak apa yang disampaikan tubuh kepadamu.

Penyebab paling umum dari tangan yang berkeringat berlebihan adalah kondisi yang disebut hiperhidrosis primer. Pada kondisi ini, kelenjar keringat terlalu aktif tanpa alasan medis yang mendasarinya. Kondisi tersebut sering dimulai pada masa kanak-kanak atau remaja dan mungkin diturunkan dalam keluarga.

Baca Juga :  KPU Sebut Debat Cawapres Tak Dihilangkan, Tapi Formatnya Diganti

Ciri-ciri utamanya meliputi keringat di kedua telapak tangan dan keringat yang berhenti saat tidur. Meski tidak berbahaya, tetapi dapat memengaruhi kepercayaan diri dan kenyamanan sehari-hari. Telapak tangan Anda memiliki konsentrasi kelenjar keringat yang tinggi yang merespons dengan cepat terhadap pemicu emosional.

Jika Anda memperhatikan tangan berkeringat saat berbicara di depan umum, ujian, atau percakapan yang menegangkan, respons tubuh mungkin menjadi penyebabnya.Hormon stres mengaktifkan kelenjar keringat, terutama di tangan, kaki, dan ketiak.

Kelenjar tiroid yang terlalu aktif dapat meningkatkan metabolisme dan memicu keringat berlebihan. Gejala lainnya mungkin termasuk detak jantung cepat, penurunan berat badan meskipun makan normal, getaran, hingga kegugupan. Jika telapak tangan berkeringat disertai dengan tanda-tanda ini, pemeriksaan tiroid mungkin diperlukan.

Baca Juga :  Cakupan JKN KIS di Papua Capai 92 Persen

JAKARTA– Beberapa orang mungkin merasakan bahwa telapak tangannya terasa lembap, meskipun tidak gugup atau berolahraga. Telapak tangan berkeringat bisa terasa tidak nyaman dan terkadang memalukan, terutama saat berjabat tangan, menulis, atau menggunakan ponsel. Walau berkeringat sesekali adalah normal, telapak tangan yang terus-menerus berkeringat mungkin menandakan sesuatu yang lebih dari sekadar panas atau kecemasan.

Kondisi ini disebut hiperhidrosis, yang melampaui keringat normal yang dipicu oleh panas, aktivitas fisik, atau stres emosional. Kendati demikian, inilah enam alasan mengapa telapak tangan Anda berkeringat dan simak apa yang disampaikan tubuh kepadamu.

Penyebab paling umum dari tangan yang berkeringat berlebihan adalah kondisi yang disebut hiperhidrosis primer. Pada kondisi ini, kelenjar keringat terlalu aktif tanpa alasan medis yang mendasarinya. Kondisi tersebut sering dimulai pada masa kanak-kanak atau remaja dan mungkin diturunkan dalam keluarga.

Baca Juga :  Jangan Mau Rugi di Bulan Ramadhan, Terapkan 5 Amalan ini

Ciri-ciri utamanya meliputi keringat di kedua telapak tangan dan keringat yang berhenti saat tidur. Meski tidak berbahaya, tetapi dapat memengaruhi kepercayaan diri dan kenyamanan sehari-hari. Telapak tangan Anda memiliki konsentrasi kelenjar keringat yang tinggi yang merespons dengan cepat terhadap pemicu emosional.

Jika Anda memperhatikan tangan berkeringat saat berbicara di depan umum, ujian, atau percakapan yang menegangkan, respons tubuh mungkin menjadi penyebabnya.Hormon stres mengaktifkan kelenjar keringat, terutama di tangan, kaki, dan ketiak.

Kelenjar tiroid yang terlalu aktif dapat meningkatkan metabolisme dan memicu keringat berlebihan. Gejala lainnya mungkin termasuk detak jantung cepat, penurunan berat badan meskipun makan normal, getaran, hingga kegugupan. Jika telapak tangan berkeringat disertai dengan tanda-tanda ini, pemeriksaan tiroid mungkin diperlukan.

Baca Juga :  Kemenkes Latih Petugas Kesehatan Puskemas, RSUD Gunakan Aplikasi Smile Malaria

Berita Terbaru

Artikel Lainnya