Aksi pembawaan paksa ini terjadi pascakontak tembak antara aparat keamanan dan kelompok bersenjata yang diidentifikasi sebagai Organisasi Papua Merdeka (OPM) pada Senin, 17 Agustus 2026 pagi. Peristiwa berawal dari serangan kelompok bersenjata ke wilayah Jila pada pagi hari bertepatan dengan peringatan Hari Kemerdekaan. Usai baku tembak, kelompok tersebut terdesak dan mundur dari pemukiman warga.
Aparat keamanan kemudian melakukan konsolidasi internal untuk memeriksa kesiapan personel serta materiel sebelum menyisir jalur pemunduran musuh. Di tengah proses penyisiran, Danramil Jila menerima laporan krusial dari warga lokal terkait dugaan pembawaan paksa sejumlah penduduk. “Setelah kita konsolidasi, kemudian kita menyisir arah pemunduran itu. Kemudian Danramil menerima laporan dari masyarakat setempat bahwa ada beberapa warga yang dipaksa dibawa,” imbuh Jozanda. (mww/ade)
Identitas Sembilan Perempuan yang Disandera Adalah:
Nemerina Wamang (17) – Warga Kampung Pilikogom (kondisi hamil muda).
Alin Mesawarol – Siswi Kelas VI SD asal Kampung Jila.
Nopi Aim – Siswi Kelas IV SD asal Kampung Jila.
Opinte Mesawaro – Siswi Kelas III SD asal Kampung Jila.
Yotina Senawatme (18) – Warga Kampung Noema.
Meria Nibilingame (15) – Warga Kampung Pilikogom.
Wena Katagame (18) – Warga Kampung Bunaraigin.
Ilimin Onawame (18) – Warga Kampung Noema.
Miante Nibilingame (13) – Warga Kampung Bunaraigin.
Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos
BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS https://www.myedisi.com/cenderawasihpos
UPDATE Berita Terbaru Cepos di Saluran https://whatsapp.com/channel/0029VbCNwCXAO7R8KvdYUG3Q