TNI Bantah Terlibat Ledakan di Halaman Gereja

Yulius Wandagau
Ketua Pokja Adat MRP Papua Tengah, Yulius Wandagau (foto:Theresia Tekege)

Ketua Pokja Adat MRP Papua Tengah, Yulius Wandagau, juga mengecam keras insiden ledakan yang terjadi di halaman Gereja Katolik Santo Paulus Nabuni, Kampung Mbamogo, Paroki Bilogai, Kabupaten Intan Jaya, Minggu (17/5)

Ia mengatakan ledakan diduga berasal dari granat atau bom udara yang dijatuhkan saat umat masih berada di halaman gereja setelah ibadah selesai. “Menurut informasi, setelah misa selesai, umat sedang duduk-duduk di halaman gereja sambil bercerita. Pada saat itulah ada serangan udara menggunakan drone dan menjatuhkan bom dari udara lalu meledak hingga mengenai empat orang laki-laki,” ujar Yulius Wandagau, Senin (18/5) .

Empat korban diketahui bernama Pit Pogau, Robert Nabelau, Pius Pogau, dan Piter Nabelau. Dua di antaranya merupakan aparat kampung, sementara dua lainnya warga sipil.

Baca Juga :  Dua Jenazah Akhirnya Ditemukan

Yulius menjelaskan, tim pastoral bersama Pastor Dekan Moni Puncak langsung melakukan evakuasi terhadap para korban untuk mendapatkan penanganan medis di ibu kota kabupaten. “Kami harapkan TNI maupun kesatuan yang bertugas di Intan Jaya tidak bertindak menggunakan bom atau melakukan penembakan membabi buta. Mereka harus memastikan target dengan baik. Bedakan mana TPN-OPM dan mana masyarakat sipil. Apalagi ini terjadi di halaman gereja pada hari Minggu,” tegasnya. (mww/tft/tri)

Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos

BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS  https://www.myedisi.com/cenderawasihpos

UPDATE Berita Terbaru Cepos di Saluran https://whatsapp.com/channel/0029VbCNwCXAO7R8KvdYUG3Q

 

Yulius Wandagau
Ketua Pokja Adat MRP Papua Tengah, Yulius Wandagau (foto:Theresia Tekege)

Ketua Pokja Adat MRP Papua Tengah, Yulius Wandagau, juga mengecam keras insiden ledakan yang terjadi di halaman Gereja Katolik Santo Paulus Nabuni, Kampung Mbamogo, Paroki Bilogai, Kabupaten Intan Jaya, Minggu (17/5)

Ia mengatakan ledakan diduga berasal dari granat atau bom udara yang dijatuhkan saat umat masih berada di halaman gereja setelah ibadah selesai. “Menurut informasi, setelah misa selesai, umat sedang duduk-duduk di halaman gereja sambil bercerita. Pada saat itulah ada serangan udara menggunakan drone dan menjatuhkan bom dari udara lalu meledak hingga mengenai empat orang laki-laki,” ujar Yulius Wandagau, Senin (18/5) .

Empat korban diketahui bernama Pit Pogau, Robert Nabelau, Pius Pogau, dan Piter Nabelau. Dua di antaranya merupakan aparat kampung, sementara dua lainnya warga sipil.

Baca Juga :  Unggah Foto Jendela Pesawat pun Dikira Kode Beli Saham

Yulius menjelaskan, tim pastoral bersama Pastor Dekan Moni Puncak langsung melakukan evakuasi terhadap para korban untuk mendapatkan penanganan medis di ibu kota kabupaten. “Kami harapkan TNI maupun kesatuan yang bertugas di Intan Jaya tidak bertindak menggunakan bom atau melakukan penembakan membabi buta. Mereka harus memastikan target dengan baik. Bedakan mana TPN-OPM dan mana masyarakat sipil. Apalagi ini terjadi di halaman gereja pada hari Minggu,” tegasnya. (mww/tft/tri)

Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos

BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS  https://www.myedisi.com/cenderawasihpos

UPDATE Berita Terbaru Cepos di Saluran https://whatsapp.com/channel/0029VbCNwCXAO7R8KvdYUG3Q

 

Berita Terbaru

Artikel Lainnya