Para korban yang terkena serpihan bom sedang mendapat perawatan medis di RSUD Intan Jaya, Minggu (19/5) lalu. (Foto/Istimewa)
Anggota DPR Papua Tengah Dapil Intan Jaya, Henes Sondegau (foto:Theresia Tekege/Cepos)
Sementara itu, Anggota DPR Papua Tengah Dapil Intan Jaya, Henes Sondegau juga menyesalkan insiden ledakan granat di halaman Gereja Katolik Mbamogo, Paroki Bilogai, Kabupaten Intan Jaya, Papua Tengah, Minggu (17/5). Ia meminta pihak-pihak yang bertikai tidak lagi menjadikan masyarakat sipil dan rumah ibadah sebagai korban konflik bersenjata di wilayah tersebut.
Insiden itu terjadi saat umat sedang melaksanakan ibadah Minggu. Sebuah drone dilaporkan terbang di atas kawasan gereja dan menjatuhkan granat hingga menyebabkan empat warga sipil mengalami luka-luka akibat serpihan ledakan.
Menurutnya, masyarakat Intan Jaya selama ini berada dalam posisi sulit karena terus terdampak konflik bersenjata yang berkepanjangan. “Istilahnya masyarakat ini maju kena, mundur juga kena akibat pihak-pihak yang sedang baku serang. Saya sangat menyayangkan masyarakat di Distrik Agisiga juga ikut menjadi korban,” katanya.
Politisi Partai NasDem itu juga menyampaikan apresiasi kepada pihak Gereja Katolik yang selama ini terus hadir melindungi masyarakat di tengah situasi keamanan yang tidak menentu.
“Tempat yang paling aman bagi masyarakat hanya gereja. Saya berterima kasih kepada pihak Gereja Katolik yang selalu menjadi benteng melindungi umat dan masyarakat di Intan Jaya,” tuturnya.
Ia juga meminta TNI maupun TPNPB-OPM tidak lagi menjadikan pemukiman warga dan fasilitas ibadah sebagai lokasi konflik.
“Saya berharap TNI maupun TPNPB-OPM jangan korbankan masyarakat. Kasihan masyarakat yang selalu terkena dampaknya. Masyarakat harus diutamakan perlindungannya,” ujarnya.
Anggota DPR Papua Tengah Dapil Intan Jaya, Henes Sondegau (foto:Theresia Tekege/Cepos)
Sementara itu, Anggota DPR Papua Tengah Dapil Intan Jaya, Henes Sondegau juga menyesalkan insiden ledakan granat di halaman Gereja Katolik Mbamogo, Paroki Bilogai, Kabupaten Intan Jaya, Papua Tengah, Minggu (17/5). Ia meminta pihak-pihak yang bertikai tidak lagi menjadikan masyarakat sipil dan rumah ibadah sebagai korban konflik bersenjata di wilayah tersebut.
Insiden itu terjadi saat umat sedang melaksanakan ibadah Minggu. Sebuah drone dilaporkan terbang di atas kawasan gereja dan menjatuhkan granat hingga menyebabkan empat warga sipil mengalami luka-luka akibat serpihan ledakan.
Menurutnya, masyarakat Intan Jaya selama ini berada dalam posisi sulit karena terus terdampak konflik bersenjata yang berkepanjangan. “Istilahnya masyarakat ini maju kena, mundur juga kena akibat pihak-pihak yang sedang baku serang. Saya sangat menyayangkan masyarakat di Distrik Agisiga juga ikut menjadi korban,” katanya.
Politisi Partai NasDem itu juga menyampaikan apresiasi kepada pihak Gereja Katolik yang selama ini terus hadir melindungi masyarakat di tengah situasi keamanan yang tidak menentu.
“Tempat yang paling aman bagi masyarakat hanya gereja. Saya berterima kasih kepada pihak Gereja Katolik yang selalu menjadi benteng melindungi umat dan masyarakat di Intan Jaya,” tuturnya.
Ia juga meminta TNI maupun TPNPB-OPM tidak lagi menjadikan pemukiman warga dan fasilitas ibadah sebagai lokasi konflik.
“Saya berharap TNI maupun TPNPB-OPM jangan korbankan masyarakat. Kasihan masyarakat yang selalu terkena dampaknya. Masyarakat harus diutamakan perlindungannya,” ujarnya.