Dengan penghentian itu, maka 6 korban yang dinyatakan meninggal akibat insiden itu, sementara 3 orang lainnya dinyatakan hilang. Namun, keseluruhan tim SAR dan gabungan berhasil memngumpulkan 94 serpihan potongan tubuh manusia. Sementara ti
Anggota Komisi II DPR Papua, Johanes Markus Wakum, menyampaikan keprihatinannya atas peristiwa ledakan bom yang diduga merupakan peninggalan Perang Dunia II di Kabupaten Biak Numfor pada Minggu (31/5), yang mengakibatkan lima orang meningga
Informasi awal mengenai kejadian tersebut disampaikan oleh salah seorang warga, Oga Kiwo, kepada personel yang berjaga di pos keamanan. Setelah menerima laporan, personel pos segera menuju lokasi untuk melakukan observasi, membantu masyarak
"Seluruh potongan tubuh yang ditemukan telah dievakuasi dan diserahkan kepada tim identifikasi untuk proses lebih lanjut," ujar Trestiawan. Selain potongan tubuh, petugas juga menemukan sejumlah barang yang diduga milik korban, berupa tiga
Peristiwa ini langsung memicu sorotan tajam lantaran terjadi di lingkungan tempat ibadah, sebuah ruang aman bagi warga sipil yang semestinya steril dari eskalasi konflik bersenjata. Di tengah simpang siur informasi yang berkembang cepat di
Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Jayapura langsung melakukan pengecekan dan mengambil keterangan para korban di RSUD Yowari sekitar pukul 13.30 WIT.
Kasat Reskrim Polres Jayapura, AKP Alamsyah Ali, mengatakan
Dia meminta ada pihak yang bertanggung jawab dalam kejadian tersebut. Kang Oleh, sapaan akrab Oleh Soleh menyampaikan duka yang mendalam atas meninggalnya 13 orang, baik dari masyarakat sipil maupun TNI dalam insiden pel
Setelah ditelusuri, ledakan yang diduga bom tersebut, bersumber dari septic tank rumah yang masih dalam tahap pembangunan. Akibatnya, satu orang pekerja meninggal dunia dan tiga lainnya mengalami luka-luka.