4000 Warga PNG Tidak Punya Kartu Pas Lintas Batas

JAKARTA – Konsul RI di Vanimo Aleksander Tangkuman mengatakan sekitar 4000 warga Papua Nugini (PNG) yang bermukim di perbatasan RI-PNG tidak memiliki kartu pas lintas batas atau Travel Border Control (TBC). “Memang dari laporan yang diterima ada sekitar 4.000 wn PNG tidak memiliki kartu pas lintas batas yang menjadi pegangan saat hendak masuk ke wilayah RI,” katanya di Jayapura, Senin.

Ribuan warga PNG itu masih menunggu pemerintahnya menyerahkan dokumen yang hanya diberikan kepada mereka yang memiliki hubungan kekerabatan dengan keluarga di Indonesia seperti dengan keluarga di Kota Jayapura, Papua.

Dihubungi dari Jayapura, Konsul Aleksander mengakui, warga PNG yang hendak masuk ke wilayah RI termasuk berbelanja di pasar perbatasan di Skouw menggunakan surat keterangan yang disertai dengan nama-nama pengikutnya.

Baca Juga :  Jumlah Perawat di Tanah Papua Mencukupi, Tapi Belum Merata

“Kami berharap Pemerintah PNG segera menyerahkan kartu yang menjadi identitas saat keluar dari negaranya,” harap Konsul RI di Vanimo Aleksander Tangkuman. Sementara itu Kepala Imigrasi Jayapura Ronni Fajar Purba secara terpisah mengatakan, petugas imigrasi akan memproses WN PNG bila masuk ke wilayah RI tanpa dilengkapi dokumen.

Petugas di PLBN Skouw hanya memberi izin bila mereka hendak berbelanja ke pasar Skouw karena pasar tersebut merupakan tempat warga PNG berbelanja baik itu kebutuhan sehari-hari maupun barang elektronik.

Setiap hari warga PNG yang masuk melalui PLBN Skouw untuk berbelanja sekitar 100-300 orang, kata Kepala Imigrasi Jayapura Ronni Fajar Purba. (*)

Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos

Baca Juga :  Tujuh Meninggal Dunia, 5 Luka-Luka

BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS  https://www.myedisi.com/cenderawasihpos

JAKARTA – Konsul RI di Vanimo Aleksander Tangkuman mengatakan sekitar 4000 warga Papua Nugini (PNG) yang bermukim di perbatasan RI-PNG tidak memiliki kartu pas lintas batas atau Travel Border Control (TBC). “Memang dari laporan yang diterima ada sekitar 4.000 wn PNG tidak memiliki kartu pas lintas batas yang menjadi pegangan saat hendak masuk ke wilayah RI,” katanya di Jayapura, Senin.

Ribuan warga PNG itu masih menunggu pemerintahnya menyerahkan dokumen yang hanya diberikan kepada mereka yang memiliki hubungan kekerabatan dengan keluarga di Indonesia seperti dengan keluarga di Kota Jayapura, Papua.

Dihubungi dari Jayapura, Konsul Aleksander mengakui, warga PNG yang hendak masuk ke wilayah RI termasuk berbelanja di pasar perbatasan di Skouw menggunakan surat keterangan yang disertai dengan nama-nama pengikutnya.

Baca Juga :  MRP Bangga Dua OAP Masuk Kabinet

“Kami berharap Pemerintah PNG segera menyerahkan kartu yang menjadi identitas saat keluar dari negaranya,” harap Konsul RI di Vanimo Aleksander Tangkuman. Sementara itu Kepala Imigrasi Jayapura Ronni Fajar Purba secara terpisah mengatakan, petugas imigrasi akan memproses WN PNG bila masuk ke wilayah RI tanpa dilengkapi dokumen.

Petugas di PLBN Skouw hanya memberi izin bila mereka hendak berbelanja ke pasar Skouw karena pasar tersebut merupakan tempat warga PNG berbelanja baik itu kebutuhan sehari-hari maupun barang elektronik.

Setiap hari warga PNG yang masuk melalui PLBN Skouw untuk berbelanja sekitar 100-300 orang, kata Kepala Imigrasi Jayapura Ronni Fajar Purba. (*)

Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos

Baca Juga :  Dobrak Pintu, 19 Napi Kabur dari Lapas Nabire

BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS  https://www.myedisi.com/cenderawasihpos

Berita Terbaru

Artikel Lainnya