Saturday, April 27, 2024
24.7 C
Jayapura

Dikontrak Eksklusif Satu Musim, Awalnya Bercita-cita Jadi Musisi

Raihan Fahrizal, Model Pria Pertama Indonesia di Runway YSL 

Pertengahan Juli lalu, nama Raihan Fahrizal menjadi perbincangan. Pria 20 tahun asal Bandung itu sukses debut internasional. Dia menjadi model pria pertama Indonesia yang melenggang di runway Yves Saint Laurent. Bukan hal mudah menembusnya. 

’’Akhir 2020, ada agensi di Paris yang kirim e-mail, dia bilang lihat aku di Instagram dan minta aku untuk placement di Paris dan Milan,’’ papar pemilik nama lengkap Raihan Fahrizal Iskandar tersebut lewat pesan elektronik. E-mail itulah yang mengubah hidup Raihan. 

Dia mendapatkan kesempatan debut eksklusif selama satu bulan di dua kota mode dunia yang jadi impian banyak model. ’’Jadi, dari Paris casting, fitting, dan langsung show di Italia,’’ jelas model kelahiran 5 Mei 2001 itu. Setelah melewati proses casting dan bersaing dengan model dari berbagai negara, dia akhirnya terpilih untuk tampil di runway YSL Men’s Spring/Summer 2022 yang berlangsung 14 Juli lalu di Pulau Isola della Certosa, Venesia, Italia. 

Raihan tidak akan melupakan sore itu. Dia mengenakan rancangan Anthony Vaccarello –creative director Saint Laurent– berupa silk vest dengan motif floral yang terinspirasi dari style era ’70-an. Vest tersebut dipadukan dengan celana panjang pensil, pantofel, plus kaca mata hitam. Rambutnya ditata dengan gaya slicked back ala rock star. Raihan juga melakukan pemotretan untuk majalah Vogue dengan busana yang dikenakan saat berjalan di runway tersebut.

Baca Juga :  Tokoh Adat, Tokoh Pemuda Tabi  Menolak Penetapan LE Sebagai Kepala Suku Papua

’’Aku tentu senang sekali karena ini merupakan pencapaian tertinggi di karierku, menjadi model pria Indonesia pertama untuk brand fashion ternama itu,’’ tuturnya. Raihan menyatakan, dirinya dikontrak YSL selama satu season. ’’Untuk satu musim, nggak boleh dengan brand lain,” ujarnya. 

Sebelum sampai di titik tersebut, perjalanan karier modeling Raihan tidak semulus itu. Dia bahkan tidak pernah membayangkan dirinya akan menjadi seorang model. ’’Kali pertama di-scout itu pada 2018. Lagi di salah satu coffee shop di Bandung, ada perempuan yang ngajakin untuk jadi model,’’ ungkap Raihan. Melihat posturnya yang jangkung, perempuan tersebut menawari Raihan untuk bergabung ke agensi Who Knows Models, agensi pertama Raihan yang berbasis di Indonesia. 

Mulanya Raihan tidak percaya diri dengan tubuhnya yang kurus dan berkulit eksotis. Posturnya 187 sentimeter dengan berat 60 kilogram. Apalagi, dia sempat mengalami bullying saat SD lantaran paling tinggi di antara teman-temannya. 

Raihan tidak pernah melihat dirinya sebagai model. Besar di keluarga pemusik, Raihan awalnya bercita-cita menjadi musisi. Sejak bersekolah, dia sudah sering manggung di acara pentas seni. Raihan pun aktif sebagai rapper dan produser musik dengan nama panggung Kidehan. ’’Aku ingin mengenalkan image model yang serbabisa. Bukan hanya modal badan bagus,’’ tuturnya.

Baca Juga :  Bangkitkan Semangat Nasionalisme Rakyat

Karier awalnya di modeling pun tidak mudah karena postur tubuhnya kurang diminati pasar Indonesia. Pekerjaannya bahkan sering dibatalkan lantaran kurang pas dengan baju yang dibuat desainer. Justru di pasar internasional, Raihan mendapat apresiasi. 

Terjun ke dunia modeling sejak berusia 17 tahun, Raihan sudah mengikuti banyak catwalk di Indonesia. Mulai Plaza Indonesia Men’s Fashion Week 2019 hingga Jakarta Fashion Week (JFW) 2021. ’’Saat menghadapi tantangan, yang penting adalah siapkan mental dan latih kesabaran. Selagi ada kesempatan, aku selalu ambil. Sebab, kita tidak akan pernah tahu apa yang terjadi jika bisa menyikapi kekurangan sebagai kelebihan,’’ ujarnya.

Pencapaian Raihan di runway Saint Laurent membuka jalan baginya untuk dikontrak brand internasional lain. Dia kini bergabung dengan The Claw Models, agensi model di Paris dan Milan. ’’Semangat terus dan pantang menyerah, maksimalkan setiap kesempatan yang datang agar bisa berkarya lebih lagi,’’ pesan Raihan. Ke depan, Raihan berharap bisa tampil di runway lainnya di beberapa pusat mode dunia. (elv/lai/c12/nor/JPG)

Raihan Fahrizal, Model Pria Pertama Indonesia di Runway YSL 

Pertengahan Juli lalu, nama Raihan Fahrizal menjadi perbincangan. Pria 20 tahun asal Bandung itu sukses debut internasional. Dia menjadi model pria pertama Indonesia yang melenggang di runway Yves Saint Laurent. Bukan hal mudah menembusnya. 

’’Akhir 2020, ada agensi di Paris yang kirim e-mail, dia bilang lihat aku di Instagram dan minta aku untuk placement di Paris dan Milan,’’ papar pemilik nama lengkap Raihan Fahrizal Iskandar tersebut lewat pesan elektronik. E-mail itulah yang mengubah hidup Raihan. 

Dia mendapatkan kesempatan debut eksklusif selama satu bulan di dua kota mode dunia yang jadi impian banyak model. ’’Jadi, dari Paris casting, fitting, dan langsung show di Italia,’’ jelas model kelahiran 5 Mei 2001 itu. Setelah melewati proses casting dan bersaing dengan model dari berbagai negara, dia akhirnya terpilih untuk tampil di runway YSL Men’s Spring/Summer 2022 yang berlangsung 14 Juli lalu di Pulau Isola della Certosa, Venesia, Italia. 

Raihan tidak akan melupakan sore itu. Dia mengenakan rancangan Anthony Vaccarello –creative director Saint Laurent– berupa silk vest dengan motif floral yang terinspirasi dari style era ’70-an. Vest tersebut dipadukan dengan celana panjang pensil, pantofel, plus kaca mata hitam. Rambutnya ditata dengan gaya slicked back ala rock star. Raihan juga melakukan pemotretan untuk majalah Vogue dengan busana yang dikenakan saat berjalan di runway tersebut.

Baca Juga :  Pembakaran Kotak dan Surat Suara Diduga Karena Tak Ada Hologram

’’Aku tentu senang sekali karena ini merupakan pencapaian tertinggi di karierku, menjadi model pria Indonesia pertama untuk brand fashion ternama itu,’’ tuturnya. Raihan menyatakan, dirinya dikontrak YSL selama satu season. ’’Untuk satu musim, nggak boleh dengan brand lain,” ujarnya. 

Sebelum sampai di titik tersebut, perjalanan karier modeling Raihan tidak semulus itu. Dia bahkan tidak pernah membayangkan dirinya akan menjadi seorang model. ’’Kali pertama di-scout itu pada 2018. Lagi di salah satu coffee shop di Bandung, ada perempuan yang ngajakin untuk jadi model,’’ ungkap Raihan. Melihat posturnya yang jangkung, perempuan tersebut menawari Raihan untuk bergabung ke agensi Who Knows Models, agensi pertama Raihan yang berbasis di Indonesia. 

Mulanya Raihan tidak percaya diri dengan tubuhnya yang kurus dan berkulit eksotis. Posturnya 187 sentimeter dengan berat 60 kilogram. Apalagi, dia sempat mengalami bullying saat SD lantaran paling tinggi di antara teman-temannya. 

Raihan tidak pernah melihat dirinya sebagai model. Besar di keluarga pemusik, Raihan awalnya bercita-cita menjadi musisi. Sejak bersekolah, dia sudah sering manggung di acara pentas seni. Raihan pun aktif sebagai rapper dan produser musik dengan nama panggung Kidehan. ’’Aku ingin mengenalkan image model yang serbabisa. Bukan hanya modal badan bagus,’’ tuturnya.

Baca Juga :  Akhir Tahun, Dua Gedung Pemerintah Terbakar

Karier awalnya di modeling pun tidak mudah karena postur tubuhnya kurang diminati pasar Indonesia. Pekerjaannya bahkan sering dibatalkan lantaran kurang pas dengan baju yang dibuat desainer. Justru di pasar internasional, Raihan mendapat apresiasi. 

Terjun ke dunia modeling sejak berusia 17 tahun, Raihan sudah mengikuti banyak catwalk di Indonesia. Mulai Plaza Indonesia Men’s Fashion Week 2019 hingga Jakarta Fashion Week (JFW) 2021. ’’Saat menghadapi tantangan, yang penting adalah siapkan mental dan latih kesabaran. Selagi ada kesempatan, aku selalu ambil. Sebab, kita tidak akan pernah tahu apa yang terjadi jika bisa menyikapi kekurangan sebagai kelebihan,’’ ujarnya.

Pencapaian Raihan di runway Saint Laurent membuka jalan baginya untuk dikontrak brand internasional lain. Dia kini bergabung dengan The Claw Models, agensi model di Paris dan Milan. ’’Semangat terus dan pantang menyerah, maksimalkan setiap kesempatan yang datang agar bisa berkarya lebih lagi,’’ pesan Raihan. Ke depan, Raihan berharap bisa tampil di runway lainnya di beberapa pusat mode dunia. (elv/lai/c12/nor/JPG)

Berita Terbaru

Artikel Lainnya