RSUP Jayapura Kembali Dipalang

Pihak masyarakat adat mengaku telah menempuh berbagai jalur resmi sebelum akhirnya memutuskan untuk kembali memasang palang adat. Masalah ini diklaim sudah dilaporkan hingga ke tingkat Gubernur, bahkan telah dilakukan mediasi sebanyak dua kali di Polda Papua.

Akan tetapi, hingga kini hasil mediasi tersebut belum memberikan kejelasan ataupun realisasi pembayaran bagi masyarakat ulayat. Masyarakat adat berharap pemerintah segera membuka ruang komunikasi yang serius guna menyelesaikan hak atas tanah tersebut agar aktivitas pelayanan kesehatan di RSUP Jayapura dapat terus berjalan normal tanpa hambatan di kemudian hari.

Meski sempat memicu kekhawatiran terganggunya pelayanan publik, situasi di lokasi kejadian dilaporkan tetap aman dan terkendali. Kapolsek Abepura, Kompol Paulus Hilapok, menyatakan bahwa pihaknya telah menurunkan sejumlah personel ke lokasi untuk melakukan pengamanan ketat.

Baca Juga :  Lion Air  Masih Tunggu Penyelidikan KNKT 

Berdasarkan pantauan di lapangan, hingga berita ini diturunkan, massa aksi utama dari masyarakat ulayat bahkan belum sepenuhnya tiba di lokasi titik kumpul, namun aparat sudah bersiap siaga.

“Kami memastikan bahwa situasi di RSUP Jayapura sampai saat ini masih berjalan kondusif. Pengawasan ketat terus kami lakukan di sekitar area lokasi,” ujar Kompol Paulus saat memberikan keterangan di RSUP Jayapura, Kamis (18/6)

Pihak kepolisian juga menegaskan bahwa fokus utama pengamanan adalah memastikan aktivitas medis dan pelayanan kesehatan bagi masyarakat di RSUP Jayapura tidak lumpuh total akibat adanya aksi tersebut. Hingga saat ini, koordinasi antara pihak kepolisian, manajemen rumah sakit, dan perwakilan masyarakat adat terus diupayakan guna mencari jalan keluar terbaik tanpa mengorbankan kepentingan pelayanan publik.

Baca Juga :  Akui Enzo Nicolas Tidak Bermain dalam Kondisi Terbaiknya

Pihak masyarakat adat mengaku telah menempuh berbagai jalur resmi sebelum akhirnya memutuskan untuk kembali memasang palang adat. Masalah ini diklaim sudah dilaporkan hingga ke tingkat Gubernur, bahkan telah dilakukan mediasi sebanyak dua kali di Polda Papua.

Akan tetapi, hingga kini hasil mediasi tersebut belum memberikan kejelasan ataupun realisasi pembayaran bagi masyarakat ulayat. Masyarakat adat berharap pemerintah segera membuka ruang komunikasi yang serius guna menyelesaikan hak atas tanah tersebut agar aktivitas pelayanan kesehatan di RSUP Jayapura dapat terus berjalan normal tanpa hambatan di kemudian hari.

Meski sempat memicu kekhawatiran terganggunya pelayanan publik, situasi di lokasi kejadian dilaporkan tetap aman dan terkendali. Kapolsek Abepura, Kompol Paulus Hilapok, menyatakan bahwa pihaknya telah menurunkan sejumlah personel ke lokasi untuk melakukan pengamanan ketat.

Baca Juga :  Pengunaan Dana Sudah Sesuai dan Pertangungjawaban Selesai 

Berdasarkan pantauan di lapangan, hingga berita ini diturunkan, massa aksi utama dari masyarakat ulayat bahkan belum sepenuhnya tiba di lokasi titik kumpul, namun aparat sudah bersiap siaga.

“Kami memastikan bahwa situasi di RSUP Jayapura sampai saat ini masih berjalan kondusif. Pengawasan ketat terus kami lakukan di sekitar area lokasi,” ujar Kompol Paulus saat memberikan keterangan di RSUP Jayapura, Kamis (18/6)

Pihak kepolisian juga menegaskan bahwa fokus utama pengamanan adalah memastikan aktivitas medis dan pelayanan kesehatan bagi masyarakat di RSUP Jayapura tidak lumpuh total akibat adanya aksi tersebut. Hingga saat ini, koordinasi antara pihak kepolisian, manajemen rumah sakit, dan perwakilan masyarakat adat terus diupayakan guna mencari jalan keluar terbaik tanpa mengorbankan kepentingan pelayanan publik.

Baca Juga :  Polisi Amankan Pelaku Curanmor dan Pengedar Ganja

Berita Terbaru

Artikel Lainnya