Meski demikian, ia mengimbau warga untuk tidak melakukan tindakan kekerasan dan menyerahkan sepenuhnya proses hukum kepada aparat agar situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) tetap kondusif.
“Saat ini, baik korban maupun pelaku sama-sama menjalani perawatan medis di Rumah Sakit Bhayangkara Jayapura. Sementara itu, Satreskrim Polresta Jayapura Kota bersama Bidang Propam Polda Papua masih melakukan penyelidikan dan pendalaman terkait motif insiden tersebut,” imbuhnya.
Sementara peristiwa ini mengakibatkan masyarakat setempat panik dan takut. Berdasarkan keterangan saksi dilapangan, AR (21) mengatakan kejadian itu berawal saat pelaku berinisial LR (30) masuk kedalam rumah korban bernama Noval Pompente (29) tanpa sepengetahuan istri korban. Dan ketika istri korban melihat pelaku di teras rumah, istri korban langsung menelepon korban yang sementara di tempat usahanya dengan maksud memberitahukan korban bahwa ada pelaku dirumah dengan raut wajah yang marah.
“Tidak lama setelah itu, pelaku langsung masuk ke dalam rumah dan menodongkan pistol ke istri korban, kondisi ini membuat istri korban sempat berteriak,” jelas saksi kepada Cenderawasih Pos. Lanjutnya begitu korban tiba di rumah ia mengetahui pelaku di dalam rumah. Ia langsung bergegas mencari kayu balok untuk melindungi diri dari serangan pelaku.
Namun pelaku tiba-tiba muncul dari dalam rumah sambil memegang senpi. Melihat pelaku membawa senpi korban mencoba melarikan diri arah jalan raya. Tepat setibanya depan pintu depan rumah, pelaku menembak korban dari belakang. Tembakan ini mengenai lengannya dan tembus ke bagian depan. “Korban langsung lari ke depan tepatnya warung depan rumah dalam kondisi tangan berdarah,” ujarnya.
Saksi menduga pelaku melakukan aksi tersebut telah direncanakan sebelumnya karena CCTV milik korban tiba-tiba mati pas kejadian. Hal ini saksi sampaikan mengingat hubungan pelaku dan korban masih satu keluarga. Pelaku diketahui sering main ke rumah korban sebelum kejadian karena masih ada hubungan darah.
“Pelaku mungkin iri dengan melihat kehidupan korban cukup berada. Mereka masih ada hubungan saudara. Pelaku sering main ke rumah setiap hari, mungkin karena itu dia (pelaku) tahu tempat posisi CCTV sehingga dicabut sebelum melakukan aksi,” dugaan saksi.
Meski demikian, ia mengimbau warga untuk tidak melakukan tindakan kekerasan dan menyerahkan sepenuhnya proses hukum kepada aparat agar situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) tetap kondusif.
“Saat ini, baik korban maupun pelaku sama-sama menjalani perawatan medis di Rumah Sakit Bhayangkara Jayapura. Sementara itu, Satreskrim Polresta Jayapura Kota bersama Bidang Propam Polda Papua masih melakukan penyelidikan dan pendalaman terkait motif insiden tersebut,” imbuhnya.
Sementara peristiwa ini mengakibatkan masyarakat setempat panik dan takut. Berdasarkan keterangan saksi dilapangan, AR (21) mengatakan kejadian itu berawal saat pelaku berinisial LR (30) masuk kedalam rumah korban bernama Noval Pompente (29) tanpa sepengetahuan istri korban. Dan ketika istri korban melihat pelaku di teras rumah, istri korban langsung menelepon korban yang sementara di tempat usahanya dengan maksud memberitahukan korban bahwa ada pelaku dirumah dengan raut wajah yang marah.
“Tidak lama setelah itu, pelaku langsung masuk ke dalam rumah dan menodongkan pistol ke istri korban, kondisi ini membuat istri korban sempat berteriak,” jelas saksi kepada Cenderawasih Pos. Lanjutnya begitu korban tiba di rumah ia mengetahui pelaku di dalam rumah. Ia langsung bergegas mencari kayu balok untuk melindungi diri dari serangan pelaku.
Namun pelaku tiba-tiba muncul dari dalam rumah sambil memegang senpi. Melihat pelaku membawa senpi korban mencoba melarikan diri arah jalan raya. Tepat setibanya depan pintu depan rumah, pelaku menembak korban dari belakang. Tembakan ini mengenai lengannya dan tembus ke bagian depan. “Korban langsung lari ke depan tepatnya warung depan rumah dalam kondisi tangan berdarah,” ujarnya.
Saksi menduga pelaku melakukan aksi tersebut telah direncanakan sebelumnya karena CCTV milik korban tiba-tiba mati pas kejadian. Hal ini saksi sampaikan mengingat hubungan pelaku dan korban masih satu keluarga. Pelaku diketahui sering main ke rumah korban sebelum kejadian karena masih ada hubungan darah.
“Pelaku mungkin iri dengan melihat kehidupan korban cukup berada. Mereka masih ada hubungan saudara. Pelaku sering main ke rumah setiap hari, mungkin karena itu dia (pelaku) tahu tempat posisi CCTV sehingga dicabut sebelum melakukan aksi,” dugaan saksi.