Saksi lain, U (20) dan S (15), karyawan disalahsatu tempat pencucian mobil depan rumah korban mengaku awalnya tidak mengetahui terkait dengan penembakan itu.
“Kami pikir pencuri, makanya kami teriak pencuri. Kami kejar hingga ke belakang rumah namun pelaku mengancam menggunakan pistolnya, melihat hal itupun kami langsung terdiam, karena takut mati,” jelas kedua saksi sambil ketakutan.
Menurutnya pengakuan kedua saksi, saat itu pelaku mengunakan baju hitam, masker putih dan rambut palsu (wig). Pelaku saat itu mencoba melompat tembok pengaman bagian belakang rumah korban, kemudian loncat dan lari hingga tiba di kos tempat pelaku di tangkap warga. Sebelum itu, saksi melihat mobil milik korban parkir di samping tempat pencucian mobil tempat saksi berkerja sejak pukul 07.00 WIT.
“Kita melihat mobil pelaku parkir disampaikan itu (Sambil menunjuk tempat parkir) sekitar pukul 07.00 WIT, mungkin sebelumnya sudah disitu,” ungkap kedua saksi.
Saksi lain dilokasi yang tak sebutkan namanya mengatakan berdasarkan informasi, pelaku pernah menjadi ajudan dari salah satu PJU di Polda Papua, kemudian pelaku dipindahkan tugas ke pedalaman Papua.Yang menjadi pertanyaan ucapnya kenapa pelaku masih berada di kota Jayapura?.
“Informasinya pelaku pernah menjadi ajudan dari salah satu pejabat utama di Polda Papua, kemudian pindah ke Papua Pegunungan begitu, tapi ko masih disini?,” ungkapnya sambil bertanya-tanya.
Dari pantauan Cenderawasih Pos dilokasi, tim INAFIS dari Polresta Jayapura Kota melakukan olah TKP dari tempat pelaku menembak korban hingga di rumah kos tempat pelaku tersembunyi dan diamankan serta mengambil keterangan dari para saksi. (rel/jim/ade)
Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos
BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOSÂ https://www.myedisi.com/cenderawasihpos
UPDATE Berita Terbaru Cepos di Saluran https://whatsapp.com/channel/0029VbCNwCXAO7R8KvdYUG3Q