Lantik 20 Pejabat, Gubenur Minta ASN Berinovasi

Selain itu, Pemprov Papua juga masih menyiapkan proses pengisian sejumlah jabatan strategis yang saat ini masih kosong, termasuk jabatan Sekretaris Daerah, Asisten II Setda Papua, serta Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik yang akan memasuki masa pensiun pada pertengahan Juni mendatang.

Fakhiri meminta seluruh aparatur sipil negara (ASN) untuk tetap fokus bekerja dan memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat tanpa terpengaruh dinamika mutasi maupun rotasi jabatan.

“Bagi ASN, bekerja saja dengan baik, bekerja dengan jujur. Jangan terlalu memikirkan jabatan. Yang terpenting adalah bagaimana kita memberikan pelayanan kepada masyarakat,” katanya.

Menurut Fakhiri, masyarakat saat ini tidak hanya membutuhkan bantuan materi, tetapi juga kehadiran pemerintah yang mampu memberikan penjelasan, solusi, dan kepastian terhadap berbagai persoalan yang dihadapi.

Baca Juga :  Dilantik Jadi Rektor Uniyap, Didik Mabui Siap Cetak Generasi Emas di Papua

Fakhiri juga mengingatkan jika jabatan bukan sekadar kedudukan administratif, melainkan amanah untuk menghadirkan manfaat sebesar-besarnya bagi masyarakat. Karena itu, setiap pejabat dituntut bekerja secara profesional, menjunjung tinggi integritas, disiplin, inovatif, serta mampu menghasilkan kinerja yang nyata dan terukur.

Gubernur juga mengajak seluruh pejabat yang baru dilantik untuk meninggalkan pola kerja yang biasa-biasa saja dan membangun semangat melayani, bukan dilayani. “Hadirkan inovasi, percepat pelaksanaan program prioritas, dan pastikan setiap kebijakan yang diambil benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat Papua,” tegasnya. (fia/tri)

Selain itu, Pemprov Papua juga masih menyiapkan proses pengisian sejumlah jabatan strategis yang saat ini masih kosong, termasuk jabatan Sekretaris Daerah, Asisten II Setda Papua, serta Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik yang akan memasuki masa pensiun pada pertengahan Juni mendatang.

Fakhiri meminta seluruh aparatur sipil negara (ASN) untuk tetap fokus bekerja dan memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat tanpa terpengaruh dinamika mutasi maupun rotasi jabatan.

“Bagi ASN, bekerja saja dengan baik, bekerja dengan jujur. Jangan terlalu memikirkan jabatan. Yang terpenting adalah bagaimana kita memberikan pelayanan kepada masyarakat,” katanya.

Menurut Fakhiri, masyarakat saat ini tidak hanya membutuhkan bantuan materi, tetapi juga kehadiran pemerintah yang mampu memberikan penjelasan, solusi, dan kepastian terhadap berbagai persoalan yang dihadapi.

Baca Juga :  Tetap Mendoakan Papua dan Tenaga Medis

Fakhiri juga mengingatkan jika jabatan bukan sekadar kedudukan administratif, melainkan amanah untuk menghadirkan manfaat sebesar-besarnya bagi masyarakat. Karena itu, setiap pejabat dituntut bekerja secara profesional, menjunjung tinggi integritas, disiplin, inovatif, serta mampu menghasilkan kinerja yang nyata dan terukur.

Gubernur juga mengajak seluruh pejabat yang baru dilantik untuk meninggalkan pola kerja yang biasa-biasa saja dan membangun semangat melayani, bukan dilayani. “Hadirkan inovasi, percepat pelaksanaan program prioritas, dan pastikan setiap kebijakan yang diambil benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat Papua,” tegasnya. (fia/tri)

Berita Terbaru

Artikel Lainnya