Sementara itu, di kawasan utama FDS XV, sekitar 200 pelaku UMKM ikut ambil bagian. Sementara sekitar 100 UMKM lainnya membuka lapak di kawasan sekitar lokasi festival.
Dengan mengusung tema “Budayaku adalah Hidupku”, FDS XV diharapkan tidak hanya menampilkan pertunjukan budaya, tetapi juga memberikan pengalaman langsung kepada wisatawan.
Sementara itu, Gubernur Papua Matius Fakhiri menegaskan bahwa pelestarian adat dan kebudayaan harus berjalan seiring dengan peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Budaya, kata dia, tidak boleh hanya berhenti sebagai pertunjukan di atas panggung, tetapi harus mampu membuka ruang ekonomi bagi masyarakat.
“Budaya harus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Kegiatan seperti festival kuliner tradisional, pengembangan pangan lokal, pameran kerajinan, hingga keterlibatan UMKM harus terus didorong sebagai bagian dari penguatan ekonomi masyarakat,” tegasnya.
Sementara itu, di kawasan utama FDS XV, sekitar 200 pelaku UMKM ikut ambil bagian. Sementara sekitar 100 UMKM lainnya membuka lapak di kawasan sekitar lokasi festival.
Dengan mengusung tema “Budayaku adalah Hidupku”, FDS XV diharapkan tidak hanya menampilkan pertunjukan budaya, tetapi juga memberikan pengalaman langsung kepada wisatawan.
Sementara itu, Gubernur Papua Matius Fakhiri menegaskan bahwa pelestarian adat dan kebudayaan harus berjalan seiring dengan peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Budaya, kata dia, tidak boleh hanya berhenti sebagai pertunjukan di atas panggung, tetapi harus mampu membuka ruang ekonomi bagi masyarakat.
“Budaya harus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Kegiatan seperti festival kuliner tradisional, pengembangan pangan lokal, pameran kerajinan, hingga keterlibatan UMKM harus terus didorong sebagai bagian dari penguatan ekonomi masyarakat,” tegasnya.