Even Kebudayaan Harus Berikan Manfaat bagi Masyarakat

Wamen Pariwisata Buka FDS XV

SENTANI- Kementerian Pariwisata (Kemenpar) RI mendorong penyelenggaraan festival seni dan budaya di daerah tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial. Setiap event diharapkan mampu memberikan dampak ekonomi dan sosial yang nyata bagi masyarakat setempat.

Hal itu disampaikan Wakil Menteri Pariwisata RI, Ni Luh Enik Ermawati, dalam rangkaian Festival Danau Sentani (FDS) XV Tahun 2026 di Kawasan Wisata Pantai Khalkote Distrik Sentani Timur, Kabupaten Jayapura, Kamis (3/9).

Menurutnya, festival budaya harus menjadi ruang yang inklusif dengan menempatkan masyarakat dan pelaku seni lokal sebagai pelaku utama. Dengan keterlibatan tersebut, manfaat ekonomi dari kegiatan pariwisata diharapkan dapat dirasakan langsung oleh masyarakat, khususnya para pelaku dan penjaga budaya lokal.

Baca Juga :  KY Papua Minta Bawaslu Papua dan DOB Segera Update Perkara Pemilu

FDS XV tahun ini kembali masuk dalam program Karisma Event Nusantara (KEN). Kemenpar telah mengkurasi 125 event unggulan dari ribuan kegiatan pariwisata yang berlangsung di berbagai daerah di Indonesia. Pada pelaksanaan KEN sebelumnya, 110 event terkurasi disebut mampu menghasilkan perputaran ekonomi sekitar Rp17 triliun.

Dari angka tersebut, dampak ekonomi langsung yang dirasakan masyarakat mencapai sekitar Rp5 triliun hingga Rp6 triliun. Tahun ini, Kemenpar menargetkan lebih 13,75 juta kunjungan wisatawan dengan potensi perputaran ekonomi mencapai Rp21,57 triliun.

Wamen Pariwisata Buka FDS XV

SENTANI- Kementerian Pariwisata (Kemenpar) RI mendorong penyelenggaraan festival seni dan budaya di daerah tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial. Setiap event diharapkan mampu memberikan dampak ekonomi dan sosial yang nyata bagi masyarakat setempat.

Hal itu disampaikan Wakil Menteri Pariwisata RI, Ni Luh Enik Ermawati, dalam rangkaian Festival Danau Sentani (FDS) XV Tahun 2026 di Kawasan Wisata Pantai Khalkote Distrik Sentani Timur, Kabupaten Jayapura, Kamis (3/9).

Menurutnya, festival budaya harus menjadi ruang yang inklusif dengan menempatkan masyarakat dan pelaku seni lokal sebagai pelaku utama. Dengan keterlibatan tersebut, manfaat ekonomi dari kegiatan pariwisata diharapkan dapat dirasakan langsung oleh masyarakat, khususnya para pelaku dan penjaga budaya lokal.

Baca Juga :  Bupati Ajak Wartawan Ikut Branding Pariwisata Biak

FDS XV tahun ini kembali masuk dalam program Karisma Event Nusantara (KEN). Kemenpar telah mengkurasi 125 event unggulan dari ribuan kegiatan pariwisata yang berlangsung di berbagai daerah di Indonesia. Pada pelaksanaan KEN sebelumnya, 110 event terkurasi disebut mampu menghasilkan perputaran ekonomi sekitar Rp17 triliun.

Dari angka tersebut, dampak ekonomi langsung yang dirasakan masyarakat mencapai sekitar Rp5 triliun hingga Rp6 triliun. Tahun ini, Kemenpar menargetkan lebih 13,75 juta kunjungan wisatawan dengan potensi perputaran ekonomi mencapai Rp21,57 triliun.

Berita Terbaru

Artikel Lainnya